Disnakertrans Jatim Gandeng 11 LPK, Perkuat Program Pemagangan dan Penempatan Kerja ke Jepang

Surabaya, Nusantaradigital.online – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 11 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) penyelenggara program pemagangan ke Jepang. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi pemuda Jawa Timur di pasar kerja internasional.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wawasan Disnakertrans Jatim, Selasa (7/7/2026), dihadiri Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto, Sekretaris Disnakertrans Jatim Agus Gunawan, jajaran pejabat Disnakertrans, kepala dinas yang membidangi ketenagakerjaan dari sejumlah kabupaten/kota, Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK), Forum Wahana Pelatihan Kerja (FWPLK), serta pimpinan LPK penyelenggara pemagangan ke Jepang.

Mengawali kegiatan, Sekretaris Disnakertrans Jatim Agus Gunawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh LPK yang selama ini konsisten mendukung program pemagangan ke Jepang. Menurutnya, sinergi yang telah terbangun antara pemerintah dan LPK menjadi fondasi penting dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja internasional.

Sementara itu, Ketua Asosiasi LPK IM Japan Jawa Timur sekaligus pimpinan LPK Nusantara Gakkou, Abdul Azis, mengapresiasi inisiatif Disnakertrans Jatim yang memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan PKS.

Menurut Abdul Azis, program pemagangan ke Jepang telah berjalan sejak sekitar tahun 1995 dan terbukti memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Karena itu, ia menilai sudah saatnya pemerintah daerah bersama LPK membangun sinergi yang semakin kuat, mulai dari proses pelatihan, pembekalan, hingga penempatan peserta.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh LPK yang mengikuti kerja sama telah memenuhi ketentuan sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 17 Tahun 2016, sehingga pelaksanaan program memiliki landasan hukum yang jelas dan dapat dijalankan secara profesional.

“Kami berharap penandatanganan PKS ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, UPT BLK, dan LPK sehingga semakin banyak generasi muda Jawa Timur yang memperoleh kesempatan mengikuti program pemagangan ke Jepang,” ujar Abdul Azis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Sigit Priyanto menegaskan bahwa penandatanganan PKS merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas SDM Jawa Timur melalui program penempatan kerja luar negeri yang berkualitas.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga komitmen, profesionalisme, dan keterbukaan dalam menjalankan program tersebut.

“Mari kita kawal bersama komitmen ini dengan keterbukaan, profesionalisme, dan semangat untuk mengantarkan anak-anak bangsa memperoleh peluang kerja di luar negeri, khususnya Jepang,” kata Sigit.

Menurut Sigit, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, UPT BLK, dan LPK harus terus diperkuat agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri Jepang.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan bagian dari kontribusi Jawa Timur dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Semoga kerja sama ini membawa kemudahan, keberkahan, serta memberikan manfaat nyata bagi pemuda-pemudi Jawa Timur agar memiliki kompetensi, pengalaman internasional, dan mampu menjadi SDM yang unggul ketika kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Usai penandatanganan PKS, Sekretaris Disnakertrans Jatim Agus Gunawan menjelaskan bahwa kerja sama tahap awal dilakukan bersama 11 LPK yang berasal dari Kediri, Ponorogo, Madiun, Mojokerto, Banyuwangi, Tulungagung, dan Blitar.

Menurut Agus, Disnakertrans Jatim menginisiasi PKS tersebut untuk memperkuat pembekalan calon peserta pemagangan agar lebih terstruktur dan sesuai kebutuhan dunia kerja di Jepang.

“LPK memiliki peran penting dalam memberikan pembekalan kepada angkatan kerja yang akan mengikuti program pemagangan ke Jepang. Kami ingin mendorong semakin banyak angkatan kerja yang memenuhi persyaratan memperoleh pelatihan secara komprehensif sebelum diberangkatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Disnakertrans Jatim juga membuka peluang bagi LPK lainnya untuk bergabung sepanjang telah memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk meningkatkan minat masyarakat, Disnakertrans Jatim akan terus menggencarkan sosialisasi mengenai manfaat program pemagangan ke Jepang. Menurut Agus, alumni program pemagangan umumnya memiliki kemampuan bahasa Jepang, disiplin kerja, pengalaman internasional, hingga keterampilan yang menjadi modal penting untuk bekerja maupun berwirausaha setelah kembali ke Indonesia.(why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights