Peringati 1 Muharram 1448 H, Majelis Nurul Hidayah Santuni Anak Yatim dan Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial

SURABAYA, Nusantaradigital.online – Majelis Taklim Nurul Hidayah bersama Takmir Masjid Baitul Makmur menggelar pengajian umum dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Kamis (25/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Makmur tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus RW, wali santri, serta warga sekitar.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan sambutan Ketua Majelis Taklim Nurul Hidayah. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat berbagi dan menjaga kerukunan antarwarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan warga yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga segala amal kebaikan diterima Allah SWT dan diberikan rezeki yang berkah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Baitul Makmur, Muhammad Fakhruddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan peringatan Tahun Baru Islam dan santunan anak yatim tersebut.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Kami berharap seluruh amal sedekah dan bantuan yang diberikan kepada anak-anak yatim dicatat sebagai amal saleh dan menjadi investasi akhirat bagi para dermawan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan santunan kepada belasan anak yatim yang berasal dari lingkungan sekitar masjid. Penyerahan santunan berlangsung penuh kehangatan dan disambut antusias oleh para penerima manfaat.

Puncak acara diisi tausiyah oleh Ustadz H.M. Muhaimin Nur, S.Pd., M.Pd. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan keutamaan bulan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT sekaligus momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial.

Ia menekankan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan salah satu indikator keimanan seorang muslim. Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya rajin beribadah secara ritual, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa.

Mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW, Ustadz Muhaimin menjelaskan bahwa menyantuni anak yatim memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Bahkan, Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan di surga bagi mereka yang memelihara dan memperhatikan kehidupan anak yatim.

“Jangan sampai kita hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi mengabaikan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Menyantuni anak yatim adalah bentuk nyata kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam,” katanya.

Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan semangat berbagi melalui sedekah, infak, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Selain itu, Ustadz Muhaimin mengingatkan bahwa harta yang dimiliki sejatinya merupakan titipan Allah SWT. Oleh karena itu, sebagian rezeki yang diperoleh hendaknya disisihkan untuk membantu sesama dan mendukung kegiatan-kegiatan kemaslahatan umat.

Kegiatan pengajian dan santunan anak yatim tersebut berlangsung khidmat hingga akhir acara. Para jamaah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.(Fit)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights