Surabaya, Nusantaradigital.online – Sebanyak 191 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) mengikuti kegiatan Edukasi Kebencanaan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Sabtu (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan bencana bagi generasi muda, khususnya calon tenaga kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mendapatkan kesempatan mengenal lebih dekat sistem penanggulangan bencana yang diterapkan BPBD Jawa Timur melalui berbagai wahana edukatif dan interaktif. Mereka diajak mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), Tenda Pendidikan Bencana, hingga mengikuti simulasi gempa bumi.

Selain itu, para peserta juga memperoleh pengalaman langsung merasakan situasi kebencanaan melalui teknologi Virtual Reality (VR) yang disediakan BPBD Jawa Timur. Teknologi ini memungkinkan mahasiswa memahami berbagai skenario bencana secara lebih nyata dan mendalam.Melalui edukasi kebencanaan tersebut, BPBD Jawa Timur berharap para mahasiswa tidak hanya memahami risiko-risiko bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat dan membantu penyelamatan masyarakat saat terjadi bencana.
Kegiatan ini dinilai penting mengingat calon tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam penanganan kedaruratan, pelayanan medis, hingga pemulihan pascabencana. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat.
BPBD Jawa Timur terus mendorong peningkatan literasi kebencanaan melalui berbagai program edukasi kepada pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana melalui pengenalan risiko, peningkatan pengetahuan, dan penguatan kesiapsiagaan sejak dini.
Kenali risikonya, tingkatkan pengetahuannya, dan siapkan diri untuk menyelamatkan sesama. Karena kesiapsiagaan hari ini adalah keselamatan di masa depan,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. (why)

