SURABAYA, Nusantaradigital.online – Program Studi Tata Rias Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya sukses menggelar Gelar Cipta Karya (GCK) Tata Rias 2026 yang menampilkan kreativitas mahasiswa melalui perpaduan seni tata rias, teater, dan pertunjukan budaya bertema “Indonesia Hayati”.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, dosen, mahasiswa, siswa SMA/SMK, serta tamu undangan tersebut dibuka secara simbolis melalui prosesi penyiraman “Pohon Kehidupan”. Prosesi ini menjadi simbol tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr.
Untung Lasiyono, S.E., M.Si, mengapresiasi dedikasi mahasiswa dan dosen yang telah menghadirkan karya-karya kreatif sekaligus edukatif melalui gelaran tahunan tersebut. Menurutnya, GCK menjadi ruang aktualisasi kemampuan mahasiswa sekaligus sarana memperkenalkan potensi lulusan tata rias kepada masyarakat dan dunia industri.
Sebelum puncak pertunjukan, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan dari praktisi profesional melalui seminar dan workshop, termasuk materi mengenai prosthetic makeup yang banyak digunakan dalam industri perfilman dan pertunjukan. Pembelajaran tersebut membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan industri kreatif yang semakin luas dan menjanjikan.

Ketua Panitia GCK Tata Rias 2026, Imadatul Millah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari proses pembelajaran yang telah ditempuh mahasiswa selama perkuliahan. Selain mengasah kemampuan teknis tata rias, mahasiswa juga dituntut mampu bekerja dalam tim, menyusun konsep pertunjukan, hingga menampilkan karya secara profesional di hadapan publik.
Puncak acara ditandai dengan pertunjukan teater tata rias bertajuk “Indonesia Hayati” yang mengangkat kekayaan alam dan budaya Nusantara melalui perpaduan tata rias karakter, kostum, seni pertunjukan, dan narasi edukatif.Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah “Guardian of Java”, sebuah kisah fantasi tentang penjaga hutan Pulau Jawa yang bangkit untuk mengingatkan manusia akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Melalui cerita tersebut, mahasiswa menyampaikan pesan bahwa kerusakan lingkungan dapat mengancam keberlangsungan kehidupan jika tidak diimbangi dengan kesadaran untuk melestarikannya.Selain Pulau Jawa, pertunjukan juga menampilkan karya yang merepresentasikan Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Setiap kelompok menghadirkan karakteristik budaya dan keanekaragaman hayati dari wilayah masing-masing melalui konsep tata rias dan kostum yang unik serta penuh kreativitas.Selain menampilkan karya mahasiswa, rangkaian kegiatan juga diisi dengan lomba tata rias bagi siswa SMA/SMK sebagai upaya menjaring talenta muda di bidang kecantikan dan industri kreatif.
Penilaian lomba siswa dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Atiek Prasetyo, S.Pd., Iut Nuraini, S.Pd., M.Pd., dan Iis Kristina Herawati.Sementara itu, penilaian Gelar Cipta Karya mahasiswa dilakukan oleh Atiek Prasetyo, S.Pd., Iut Nuraini, S.Pd., M.Pd., serta Zinat Lulu, S.E., S.Pd., M.Pd. Para juri menilai berbagai aspek mulai dari kreativitas konsep, teknik tata rias, kesesuaian tema, penampilan panggung, hingga kemampuan peserta menyampaikan pesan melalui karya yang ditampilkan.Ketua Badan Penyelenggara Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Aji Sutiono, MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Gelar Cipta Karya tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan peduli terhadap isu sosial maupun lingkungan.Melalui Gelar Cipta Karya Tata Rias 2026, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja dan industri kreatif, sekaligus mampu menghadirkan karya yang memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk mencintai budaya dan menjaga kelestarian lingkungan. (why)

