BPBD Jatim Gandeng ITS dan Universitas Southampton Inggris, Kembangkan Teknologi Prediksi Banjir dan Evakuasi Berbasis Digital Twin

SURABAYA, Nusantaradigital.online – Upaya memperkuat penanggulangan bencana berbasis teknologi terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Kali ini, BPBD Jatim menjalin kolaborasi riset internasional bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan University of Southampton, Inggris, guna mengembangkan sistem prediksi banjir dan evakuasi berbasis teknologi digital twin.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program International Science Partnership Fund (ISPF) Research Collaborations Programme (Global) yang diawali dengan pertemuan di Kantor BPBD Jawa Timur pada Rabu (3/6/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, Kepala Subdirektorat Riset ITS Prof. Moch. Nurcahyadi, Ketua Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS Hepi Hapsari, serta jajaran akademisi ITS dan staf BPBD Jatim.

Program riset yang akan berlangsung selama 24 bulan ini mengusung tema “A Digital Twin-Based System for Inclusive Flood Relief in Indonesia by Leveraging Agent-Based Simulation, GNSS, GIS, and Drones Technologies (DIGI-FLOOD)”.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem mitigasi dan respons bencana di Jawa Timur melalui pemanfaatan teknologi digital dan hasil riset akademik.

“Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi penting untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan penanggulangan bencana secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” ujarnya.

Melalui teknologi Digital Twin, sistem akan mampu membuat representasi digital dari kondisi lapangan secara real-time. Data tersebut kemudian diolah menggunakan simulasi berbasis agen (agent-based simulation), teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), Geographic Information System (GIS), serta dukungan pemantauan menggunakan drone.

Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam memprediksi potensi banjir, memetakan risiko, serta menyusun strategi evakuasi yang lebih efektif sebelum bencana terjadi.

Selain itu, DIGI-FLOOD dirancang untuk mendukung perlindungan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang membutuhkan bantuan khusus saat proses evakuasi.

Dalam simulasi yang dikembangkan, sistem dapat memberikan rekomendasi rute evakuasi terbaik, lokasi penampungan yang aman, hingga pengaturan mobilisasi sumber daya secara lebih efisien berdasarkan kondisi lapangan yang terus diperbarui.

Tak hanya fokus pada penanganan banjir, riset ini juga mencakup pemantauan dan deteksi kerusakan bangunan pascabencana sehingga dapat membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara lebih cepat dan akurat.

BPBD Jatim berharap kolaborasi internasional ini mampu menjadi fondasi pengembangan sistem kebencanaan modern yang adaptif terhadap perubahan iklim dan berbagai risiko bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks.

“Dengan dukungan ITS dan University of Southampton, kami optimistis inovasi teknologi ini dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan bencana di Jawa Timur,” kata Gatot. (Why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights