Muslimat NU Surabaya Perkuat Kapasitas PAC, Tingkatkan Kepemimpinan dan Tata Kelola Organisasi

Surabaya, Nusantaradigital.online – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surabaya menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Surabaya di Aula Lantai 2 Kantor PC Muslimat NU Surabaya, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta kapasitas pengurus dalam menjalankan program-program Muslimat NU di tingkat kecamatan.Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut diikuti jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PAC Muslimat NU se-Kota Surabaya.

Acara diawali dengan pembacaan shalawat, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan, serta doa bersama sebelum memasuki sesi materi dan diskusi kelompok. Ketua PC Muslimat NU Surabaya, Hj. Lilik Fadhilah, menegaskan bahwa penguatan kapasitas organisasi menjadi kebutuhan penting agar Muslimat NU mampu terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, organisasi yang besar memerlukan kepemimpinan yang kuat, sistem administrasi yang tertata, serta pengelolaan organisasi yang profesional. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus harus dilakukan secara berkelanjutan agar roda organisasi berjalan efektif dan mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan organisasi, pemetaan kebutuhan dan tantangan organisasi, administrasi kesekretariatan, serta pengelolaan keuangan PAC. Materi disusun untuk memperkuat kompetensi pengurus sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Para ketua PAC diajak melakukan pemetaan kondisi organisasi di wilayahnya sebagai dasar penyusunan langkah pengembangan organisasi. Sementara itu, sekretaris mendapatkan penguatan terkait administrasi dan tata kelola kesekretariatan, sedangkan bendahara memperdalam aspek pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.Selain materi internal organisasi, peserta juga mendapatkan pembekalan dari seorang praktisi organisasi dan dunia usaha yang membahas kepemimpinan, penguatan kelembagaan, serta strategi pengelolaan organisasi yang efektif.

Dalam paparannya, peserta diajak memahami pentingnya kepemimpinan yang adaptif, kemampuan membangun jejaring, serta tata kelola organisasi yang profesional dalam menghadapi perubahan zaman.Pada sesi tersebut, pemateri juga menjelaskan tiga model pembelajaran atau learning style yang perlu dipahami oleh seorang pemimpin organisasi, yakni auditori, visual, dan kinestetik.

Pemahaman terhadap karakter belajar yang berbeda-beda dinilai penting agar pengurus mampu menyampaikan informasi, program, dan kebijakan organisasi secara lebih efektif kepada anggota. Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada prinsip komunikasi efektif yang dirangkum dalam konsep REACH, yakni Respect (menghargai), Empathy (empati), Audible (mudah dipahami dan didengar), Care (kepedulian), Clarity (kejelasan), dan Humble (rendah hati).

Prinsip tersebut menjadi bekal penting bagi pengurus dalam membangun komunikasi yang produktif, memperkuat soliditas organisasi, serta menjaga harmonisasi antaranggota. Sesi kepemimpinan juga menyoroti pentingnya kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sebagai karakter dasar seorang pemimpin.

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota dan masyarakat. Kegiatan penguatan kapasitas ini sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi jajaran pengurus PAC untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing.

Hasil pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Muslimat NU di Kota Surabaya. (Fit)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights