Ikrar Pelajar SMPN 3 Pare, Anti Kekerasan dan Ramadhan tanpa Petasan

Kediri, Nusantaradigital.online – Di bulan Ramadhan ini ribuan pelajar se Kabupaten Kediri secara serentak mendeklarasikan ikrar pencegahan kekerasan di sekolah dan Ramadhan – Idul Fitri tanpa petasan pada hari Selasa ( 3/3/26 ) tak terkecuali di SMPN 3 Pare.

Hal ini di lakukan dalam upaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Kegiatan ini juga merupakan respon terhadap meningkatnya kekhawatiran terkait tindakan kekerasan di lingkungan sekolah serta penggunaan petasan yang dapat membahayakan keselamatan siswa dan lingkungan sekitarnya.

Sebagai pembina apel deklarasi pencegahan kekerasan dan tanpa petasan Danramil Pare Bangun Budi Hadi menyampaikan kepada pelajar SMPN 3 Pare ” agar bertekad untuk mencegah dan menghindari segala bentuk kekerasan dan perundungan serta menjalankan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri tanpa petasan”.

Pesan saya untuk anak-anak khususnya pelajar SMPN 3 Pare ” selain tugas secara formal yaitu belajar, belajar dan belajar juga hindari segala bentuk pelanggaran “, Lanjutnya.Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri DR.Muchsin mengatakan hari ini di ikuti sekitar 275 ribu pelajar tingkat PAUD SD SMP SMA sederajat di sekolah madrasah se Kabupaten Kediri untuk memastikan komitmen anak melaksanakan ibadah puasa dan merayakan idul Fitri tanpa petasan.

Kegiatan ini juga menanamkan sikap tanggung jawab, disiplin, tertib dan sikap saling menghormati dan menyayangi dalam diri anak serta memotivasi anak agar terus belajar untuk menggapai cita-citanya “, tuturnya.Kepala Sekokah SMPN 3 Pare Agus Sucahyo mengatakan ” Kegiatan ikrar ini akan membangun para siswa betul-betul bisa mencermati dan mentaati, agar jangan sampe ada kekerasan di sekolah maupun di luar sekolah dan juga mengantisipasi anak-anak agar dalam pergaulannya betul-betul tertib dan baik”.

Selain itu juga mengingatkan para siswa agar jangan sekali-kali mencoba membeli, memproduksi dan menyalakan petasan karena ini di samping membahayakan diri sendiri juga bisa membahayakan orang lain, untuk itu kita tetap ada pengawasan dan memberikan arahan di sela-sela pelajaran maupun di kegiatan lainnya “, ujarnya.(Dwi. A)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights