Laba Melejit 36,23 Persen, Bank UMKM Jatim Catat Kinerja Gemilang 2025 dan Tekan NPL ke 7,54%

PT BPR Jatim (Perseroda), atau Bank UMKM Jatim saat menggelar RUPS di Surabaya. Dok Humas PT BPR Jatim.

 

Surabaya, Nusantaradigital.online – PT BPR Jawa Timur (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim menutup tahun buku 2025 dengan capaian impresif. Laba bersih melonjak 36,23 persen menjadi Rp27,86 miliar, atau naik Rp7,41 miliar dibandingkan tahun 2024. Kinerja ini sekaligus menegaskan tren pemulihan dan ekspansi yang solid di tengah dinamika sektor keuangan daerah.

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menyebut lonjakan laba tersebut merupakan hasil konsistensi strategi penyaluran kredit produktif dan pengelolaan aset yang disiplin.

“Tidak hanya laba yang tumbuh 36,23 persen, total aset kami juga meningkat Rp514 miliar atau 14,93 persen menjadi Rp3,95 triliun,” ujar Irwan dalam RUPS Tahunan di Hotel Wyndham, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp3,32 triliun hingga akhir 2025. Menariknya, 93,65 persen kredit disalurkan ke sektor produktif—menegaskan positioning Bank UMKM Jatim sebagai motor pembiayaan ekonomi riil.

Sektor perdagangan menyerap Rp1,166 triliun, disusul pertanian Rp691,8 miliar, jasa Rp441,5 miliar, serta peternakan Rp285,5 miliar. Sisanya mengalir ke industri, konsumsi, konstruksi, dan sektor lainnya.

Sebagai BUMD dengan mayoritas saham milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank UMKM Jatim menegaskan komitmennya menjalankan visi Nawa Bhakti Satya Jilid 2 Gubernur Khofifah Indar Parawansa, khususnya dalam pilar Jatim Kerja dan Jatim Sejahtera.

“Fokus pembiayaan murah bagi ultra mikro dan UMKM adalah langkah nyata kami menjaga ekonomi kerakyatan tetap menjadi motor utama pertumbuhan Jawa Timur,” tegas Irwan.

Tak hanya ekspansif, bank ini juga menunjukkan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berhasil ditekan dari 9,94 persen pada 2024 menjadi 7,54 persen di 2025. Artinya, terjadi penurunan 2,40 poin persentase atau membaik 24,15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Manajemen bahkan menargetkan NPL bisa ditekan hingga 5 persen pada 2026, seiring penguatan manajemen risiko dan pendampingan debitur UMKM.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,23 persen menjadi Rp3,14 triliun. Kinerja ini memperlihatkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank UMKM Jatim.

Penguatan fundamental juga tercermin dari opini audit “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) dari KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono. Berdasarkan penilaian mandiri sesuai ketentuan OJK, bank ini menyandang predikat “Bank Sehat” dengan peringkat komposit 2, serta memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sangat kuat di level 30,15 persen—jauh di atas ambang minimum regulator.

Menatap 2026, Bank UMKM Jatim mempercepat transformasi digital melalui pengembangan layanan Mobile Banking yang kini dalam proses perizinan. Layanan tersebut akan melengkapi QRIS dan ATM 24 jam yang telah berjalan.

“Inovasi digital adalah keharusan. Kami ingin transaksi nasabah makin cepat, aman, dan efisien. Tahun 2026 kami optimis menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK sebesar 11 persen dengan dukungan kolaborasi Pemprov,” pungkas Irwan. (why)

 

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights