Sidoarjo, Nusantaradigital.online — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Pengiriman tersebut merupakan gelombang keenam, yang secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, di Kantor BPBD Jatim, Selasa (16/12) pukul 16.00 WIB.
Sekda Jatim Adhy Karyono menyampaikan bahwa sejak awal bencana, Pemprov Jatim mengutamakan percepatan pengiriman bantuan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari udara, laut, hingga jalur darat.

“Hari ini adalah pengiriman yang ke enam. Di awal-awal kami menggunakan kargo pesawat dari Juanda maupun Soekarno-Hatta agar bantuan bisa segera sampai. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan TNI AL, KRI, Pelni, serta distribusi melalui jalur darat,” ujar Adhy.
Pada pengiriman gelombang keenam ini, Pemprov Jatim memberangkatkan 20 unit truk logistik dengan total muatan sekitar 188 ton. Bantuan tersebut terdiri atas bahan makanan, peralatan kebersihan, kebutuhan keluarga dan kelompok rentan, serta alat-alat pertanian.

Adhy menjelaskan, bantuan logistik tersebut disalurkan ke beberapa provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat dengan tujuan Kota Padang, Sumatera Utara ke Kota Medan, serta Aceh yang diarahkan langsung ke kabupaten sesuai permintaan kepala daerah setempat, di antaranya Pidie Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.
“Khusus Aceh, sebelumnya bantuan sudah sampai ke posko. Kali ini kami masuk ke permintaan para bupati. Mudah-mudahan jalur sudah bisa dilalui sehingga barang dapat cepat sampai dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain bantuan logistik, Pemprov Jatim juga telah menyalurkan bantuan keuangan melalui mekanisme resmi. Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp5 miliar untuk Sumatera Utara, Rp3 miliar untuk Aceh, dan Rp2,5 miliar untuk Sumatera Barat.
Adhy menegaskan bahwa pengiriman bantuan dalam jumlah besar ini memerlukan dukungan pembiayaan dari APBD Provinsi Jawa Timur, mengingat kebutuhan operasional dan distribusi logistik yang tidak sedikit.
“Bantuan ini tidak akan bisa terkirim tanpa dukungan APBD. Di awal kami sudah mengeluarkan sekitar setengah miliar rupiah, kemudian bertambah hingga miliaran rupiah. Yang terpenting, kami memastikan barang yang didonasikan masyarakat dapat terangkut dan sampai ke tujuan,” tegasnya.
Dengan pengiriman terbaru ini, total bantuan logistik yang telah dikirim Pemprov Jatim mencapai lebih dari 300 ton, yang terdiri atas pengiriman sebelumnya sekitar 127 ton dan pengiriman keenam sebanyak 188 ton. Meski demikian, Pemprov Jatim memutuskan menghentikan sementara penerimaan donasi barang, guna memastikan ketepatan kebutuhan di lapangan serta menjaga akuntabilitas anggaran menjelang akhir tahun.
“Kami tidak ingin bantuan yang dikirim tidak sesuai kebutuhan. Jika ke depan masih diperlukan dan ada edaran dari Menteri Dalam Negeri, tentu akan kami tindak lanjuti,” kata Adhy.
Menutup keterangannya, Sekda Jatim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa Timur atas kepedulian dan solidaritas yang telah ditunjukkan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa Timur yang telah berdonasi. Kami pastikan bantuan tersebut sampai kepada yang berhak dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak. Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas Jawa Timur terhadap sesama,” pungkasnya. (why)

