Sidoarjo, Nusantaradigital.online — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh melalui DMK Cargo Bandara Juanda, Sidoarjo, siang tadi. Pengiriman yang dilepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono ini menjadi bagian dari respon cepat Pemprov Jatim atas instruksi Gubernur untuk mempercepat penanganan bencana di Sumatera.
Bantuan diberangkatkan menggunakan 14 truk dengan total muatan 26,5 ton.
“Rinciannya 13,5 ton untuk Sumatera Utara dan 13 ton ke Aceh. Besok masih ada tambahan lebih dari 20 ton untuk Sumatera Barat,” jelas Sekda Adhy Karyono.

Truk-truk yang Mengangkut Bantuan Menuju Bandara Kargo.
Dalam sambutannya, Adhy menegaskan bahwa seluruh rangkaian ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Gubernur Jawa Timur.
“Ini respon dari awal dan komitmen Ibu Gubernur untuk bergerak cepat. Kita sudah mengirim bantuan perdana ke Sumut dan Sumbar, dan dalam waktu dekat Ibu Gubernur juga akan ke Aceh. Tidak sekadar berkunjung, tetapi juga membawa bantuan langsung,” ujarnya.
Pemprov juga mengalokasikan anggaran khusus agar pengiriman logistik bisa dilakukan cepat dan terjamin kualitasnya.
“Kami cek langsung, agar semua sampai dengan kuantitas yang tepat,” tambahnya.
Bantuan Keuangan untuk Sumut, Sumbar, dan Aceh
Selain bantuan logistik, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan keuangan sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri.
Rinciannya:
- Sumatera Utara: Rp5 miliar
- Sumatera Barat: Rp2,5 miliar
- Aceh: Rp3 miliar
“Ini melengkapi bantuan barang agar penanganan semakin fleksibel,” jelas Adhy.

Bantuan Berupa Barang yang Siap Diberangkatkan ke Sumatera dan Aceh. (Foto: dok.humas prov.jatim)
Senada dengan Sekda, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno menjelaskan detail bantuan yang dikirimkan.
“Makanan, kemudian kebutuhan kebersihan, alat kesehatan, obat-obatan, selimut, alat masak—semua kita dorong ke masyarakat yang sudah hampir seminggu terdampak. Beberapa titik juga sudah masuk tahap pembersihan sehingga kami fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan alat kebersihan,” kata Satriyo.
Bantuan yang dikirim di antaranya:
- Makanan kering dan siap saji (sarden, mie, roti kering)
- Obat-obatan dan perlengkapan kesehatan
- Peralatan kebersihan (sapu, sikat, pel, pembersih)
- Peralatan masak dan alat-alat rumah tangga
- Selimut dan perlengkapan mandi
Satriyo menegaskan bahwa pengiriman hari ini 26,5 ton, sementara sebelumnya BPBD Jatim juga sudah mengirim hampir 2 ton ke Sumatera dan Padang.
“Di gudang masih ada 10–20% bantuan yang siap didorong lagi,” ujarnya.
Donasi Dibuka Hingga 8 Mei
BPBD Jatim masih membuka penggalangan donasi masyarakat hingga 8 Mei.
“Kalau sudah penuh, langsung kita dorong lagi ke Sumatera maupun Aceh.”
Antusiasme masyarakat tinggi, dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota meminta agar periode penggalangan dipertahankan hingga batas tersebut.
Bantuan dari Jatim akan disalurkan melalui posko-provinsi di tiga daerah terdampak:
- Posko Gubernur Sumut (Medan)
- Posko Pemprov Aceh
- Posko Pemprov Sumbar (Padang)
Dari posko-posko tersebut, truk bantuan juga akan didorong ke titik pengungsian yang masih bisa diakses jalur darat.
“Petugas kami sudah ditugaskan untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat dan ada berita acara resmi,” jelas Adhy.
“Kami ingin memastikan kepada publik bahwa barang-barang dari donasi ini betul-betul diurus dengan baik dan amanah.”
Personel Terbatas, Fokus Logistik
Satriyo menambahkan bahwa BPBD Jatim hanya mengirim personil untuk mendukung pengelolaan logistik, sementara relawan independen dan tim kesehatan dari Jatim sudah lebih dulu berangkat ke beberapa titik terdampak.
Adhy menutup sambutannya dengan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat Jawa Timur.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat, pemerintah, organisasi, dan perorangan yang telah menyumbang melalui BPBD Jatim. Insyaallah kami amanah menyalurkannya,” ujar Adhy. (why)

