Plan Indonesia Dorong Kolaborasi Ketenagakerjaan Lewat Workshop MJC Disnakertrans Jatim

Target 1.900 Kaum Muda, Dampingi hingga 6 Bulan Pasca Pelatihan

Surabaya, Nusantaradigital.online – Plan Indonesia kembali memperkuat kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur melalui penyelenggaraan Workshop Millennium Job Center (MJC) sebagai upaya meningkatkan kesiapan kerja dan kewirausahaan bagi kaum muda. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kerja sama yang telah berlangsung sejak 2022 dan akan berjalan hingga 2027.

Project Manager Plan Indonesia, Raharjo Prionggo, menyebut bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah program pelatihan employability dan entrepreneurship di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu fokus utama. “Kita sudah melakukan kolaborasi dengan Disnakertrans sejak tahun 2022. Tahun ini saja sudah tiga kali kolaborasi, fokusnya pada employmen and entrepreneurship, khususnya pelatihan kesiapan kerja dan keterhubungan dengan dunia industri,” jelasnya.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya berhenti pada kegiatan di kelas. Peserta akan menerima pembekalan soft skill yang meliputi pembuatan CV, teknik wawancara, komunikasi profesional, serta pembentukan ketahanan mental dalam dunia kerja. “Kita juga bentuk grup WA untuk mentoring selama 3–6 bulan. Kami dampingi sampai mereka berhasil dalam masa probation di tempat kerja,” ujarnya.

Tak hanya untuk calon pekerja, Plan Indonesia juga menyiapkan modul bagi peserta yang ingin berwirausaha. Materinya mencakup literasi keuangan, perencanaan bisnis, dan pendampingan adaptasi di fase awal usaha. “Harapannya ketika mereka masuk dunia kerja atau membuka usaha, mereka tidak kaget lagi. Adaptasinya lebih smooth,” tambah Raharjo.

Program yang dijalankan melalui inisiatif bertajuk Future Maker ini menargetkan 1.900 penerima manfaat di empat wilayah: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Yogyakarta selama tiga tahun. Khusus di Jawa Timur, Plan Indonesia menyiapkan kuota sekitar 500 peserta muda.

Pelatihan tatap muka tiga hari diikuti dengan mentoring berkelanjutan melalui platform learning management system (LMS) dan peer mentoring. Plan Indonesia juga telah menjalin MoU dengan sejumlah perusahaan untuk membuka peluang kerja bagi peserta yang lolos pelatihan. “Kami tidak berhenti di tiga hari pelatihan. Kami bersamai mereka sampai enam bulan ke depan, termasuk job matching ke perusahaan,” kata Raharjo.

Ia menegaskan bahwa perjalanan menuju dunia kerja bukan proses yang mudah, terutama bagi lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang baru memulai karier. Karena itu, kehadiran lembaga seperti Plan Indonesia dan Disnakertrans diharapkan dapat menjadi jembatan agar kaum muda tidak berjalan sendiri.

“Jangan patah semangat. Selama ada lembaga yang mau bantu, ambil saja kesempatan itu. Apapun peluangnya, manfaatkan. Itu akan mempermudah kalian memasuki dunia kerja maupun usaha,” pesan Raharjo. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights