Surabaya, Nusantaradigital.online – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim) secara resmi membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Talenta Millennium Job Center (MJC) Tahun 2025, yang digelar pada 18–20 November 2025 di Hotel Santika Premiere Surabaya.
Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, menyampaikan bahwa kegiatan workshop MJC bertujuan mendorong pembentukan ekosistem informasi dan jejaring 3 pilar MJC, yaitu talenta–mentor–klien, sebagai strategi membuka peluang profesi baru bagi anak muda di Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar kerja masa kini:
“Tujuan workshop ini adalah: pertama, mengubah mindset masyarakat bahwa peluang kerja tidak hanya di sektor formal, tetapi juga sektor informal. Kedua, meningkatkan keterampilan digital dan kapasitas generasi milenial dan Gen Z. Ketiga, mengasah kemampuan teknis di bidang fotografi, videografi, dan host live streaming. Keempat, memperluas peluang bagi generasi muda untuk bekerja sebagai gig worker di bidang digital business.”
Kegiatan ini diikuti 70 peserta dari 5 Bakorwil melalui EJSC (Malang, Madiun, Bojonegoro, Jember, dan Pamekasan), terdiri dari 17 penyandang disabilitas dan 53 peserta non-disabilitas. Purwanti menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat inklusif sebagai implementasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjamin kesetaraan kesempatan kerja.
“Layanan ketenagakerjaan mutlak bersifat inklusif di segala aspek, yang mengedepankan prinsip kesetaraan dalam mendapatkan peluang bekerja dan berusaha. Ini merupakan bentuk hadirnya pemerintah bagi kelompok rentan usia produktif seperti pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas,” tegasnya.
Narasumber dalam workshop ini meliputi:
- Tenaga Ahli MJC Provinsi Jawa Timur (overview & optimalisasi platform freelancer)
- Tim Yayasan Plan International Indonesia (materi soft skill & pendampingan lanjutan)
- Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim (perluasan kesempatan kerja talenta muda)
- Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur (perlindungan jaminan sosial untuk pekerja digital/freelancer)
Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari 2 malam.

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Asih, memberikan dorongan kepada peserta agar memahami pentingnya perlindungan kerja meskipun bekerja di sektor informal. “Walaupun bekerja sebagai freelancer atau konten kreator, risiko itu tetap ada. Karena itu perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan sangat penting agar bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pekerja mandiri bisa mendaftar secara mandiri dengan iuran terjangkau. “Iurannya bahkan tidak lebih mahal dari beli lipstik,” selorohnya disambut tawa peserta.
Sementara itu, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menegaskan bahwa negara wajib hadir dalam pemenuhan hak dan perlindungan tenaga kerja.
“Tidak boleh ada yang tertinggal dalam akses pekerjaan maupun perlindungan. Mulai pelatihan, penempatan, syarat kerja, hingga perlindungan sosial—semuanya disiapkan negara. Karena itu pelatihan ini harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Sigit.
Sigit juga mengingatkan bahwa pelatihan keterampilan tidak cukup tanpa disiplin. “Sepintar apapun kita, kalau tidak disiplin, kesuksesan tidak akan menunggu kita. Disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin berkomunikasi, itu kuncinya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya transformasi digital sebagai peluang kerja masa depan. Jawa Timur kini memiliki tingkat pengangguran terbuka di bawah angka nasional, namun tantangan kesenjangan keterampilan masih besar. “Pelatihan seperti MJC sangat penting dalam mempersiapkan SDM menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Salah satu peserta, Najwa, dari Bojonegoro, mengaku sangat terbantu melalui program ini. “Saya dapat info dari Instagram EJSC. Alhamdulillah bisa terpilih ikut, dapat teman baru dan ilmu baru. Harapannya nanti materi digital bisa diperluas ke bidang programming,” ujar mahasiswa semester akhir yang sebelumnya sempat bekerja sebagai host live streaming. (why)

