Kupang, Nusantaradigital.online — Gelaran Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp1,882 triliun hanya dalam satu hari pelaksanaan. Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) turut memberikan dukungan penuh terhadap program yang digelar pada Kamis (6/11) tersebut.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aston Kupang Hotel & Convention Center ini, Bank Jatim tidak hanya mengikutsertakan tiga UMKM binaannya, tetapi juga melakukan penandatanganan tiga perjanjian strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) sebagai tindak lanjut Kelompok Usaha Bank (KUB).

Acara turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur NTT Johni yang hadir mewakili Gubernur, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, serta Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menegaskan bahwa misi dagang merupakan ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM. “Kami terus berupaya mengatasi masalah UMKM mulai dari akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. Melalui gelaran ini, kami ingin membantu UMKM binaan memperluas jejaring sekaligus memperkuat hubungan perdagangan antara Jatim dan NTT,” ujarnya.
Adapun tiga UMKM binaan Bank Jatim yang dibawa ke Kupang adalah:
- Rumah Kue Obby (produk kue kering)
- Rambak Pak Djarwo (kerupuk rambak)
- Capem Asembagus (batik)
Produk-produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif kebutuhan pasar lokal NTT sekaligus memperkenalkan kekayaan produk unggulan Jawa Timur.
Sebagai tindak lanjut KUB, Bank Jatim menandatangani tiga kerja sama dengan Bank NTT, yakni:
- Nota kesepahaman tentang pemanfaatan bersama produk, layanan, channel, dan kapabilitas.
- Perjanjian kerja sama layanan prioritas.
- Perjanjian penggunaan jasa kustodian.
“Melalui kolaborasi ini, kami yakin dapat memperkuat ketahanan ekonomi, memperluas jangkauan layanan keuangan, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh di kawasan timur Indonesia,” tegas Winardi.
Ia menjelaskan, dalam layanan prioritas misalnya, Bank Jatim akan mendampingi Bank NTT dalam pengembangan layanan kartu ATM prioritas, kerja sama merchant, hingga pemenuhan laporan ke regulator. Dalam kerja sama kustodian, Bank Jatim bertindak sebagai penyedia jasa kustodian bagi Bank NTT.
“Kerja sama KUB ini bukan hanya soal memperluas jaringan, tetapi juga meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan dan mendorong pemerataan ekonomi. Dengan KUB, daya saing meningkat tanpa kehilangan identitas lokal,” tambahnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi Bank Jatim dan Bank NTT yang disebutnya sebagai contoh konkret penguatan kelembagaan bank pembangunan daerah. “Ini bukan sekadar kerja sama administratif, tapi wujud nyata sinergi antarbank daerah yang telah melalui pengawasan dan regulasi ketat OJK,” ungkapnya.
Khofifah juga menegaskan bahwa misi dagang ini terbukti efektif memperkuat konektivitas ekonomi dan budaya antarwilayah. Tingginya transaksi yang tercapai merupakan cerminan harmonisasi pelaku usaha antara Jawa Timur dan NTT.
Gelaran misi dagang ini mencatatkan transaksi perdagangan mencapai Rp1,882 triliun — nilai tertinggi sepanjang 46 kali pelaksanaan misi dagang Jatim di berbagai provinsi.
“Banyak pelaku usaha dari Lamongan, Madura, sampai Banyuwangi yang sudah aktif di NTT, terutama di sektor kuliner. Ini bukti simbiosis antara penjual dan pembeli,” jelas Khofifah. (why)

