
telah dua kali mengalami letusan besar Gunung Semeru pada 2021 dan 2022, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar simulasi penanggulangan bencana sebagai upaya pembenahan sistem respons darurat. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, 17–19 Juni 2025, di Hotel Atria Centra Surabaya, dengan skenario utama ancaman erupsi Gunung Semeru.
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl dan tercatat aktif sejak 1818. Karakter letusannya bertipe vulkanian dan strombolian, dengan potensi bahaya primer berupa awan panas, lava pijar, dan guguran batu, serta bahaya sekunder berupa lahar hujan atau lahar dingin.
Simulasi kali ini mengacu pada skenario erupsi besar yang terjadi pada 4 Desember 2021 dan 2022, di mana sebaran awan panas tercatat menjangkau hingga ±12 kilometer. Kegiatan ini dirancang untuk menguji rencana kontingensi (Renkon) dan prosedur operasional standar (SOP) dalam penanganan darurat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh unsur memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing, dan mampu bergerak cepat, tepat, serta terkoordinasi saat bencana sungguhan terjadi,” ujar perwakilan BNPB dalam sambutannya.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Subroto, menjelaskan bahwa simulasi ini mencakup Table Top Exercise (TTX) dan Command Post Exercise (CPX) yang bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dan efektivitas komunikasi darurat.
“Simulasi ini bukan hanya rutinitas tahunan. Kami ingin mengevaluasi pelaksanaan SOP, memperbaiki kelemahan sistem, dan memastikan kesiapsiagaan benar-benar terbangun. Jangan sampai kita hanya siap secara administratif, tapi tidak operasional,” ujar Gatot.
Simulasi ini diikuti oleh berbagai instansi lintas sektor sesuai klaster peran masing-masing:
-
Cluster SAR dan Evakuasi: Tim SAR, Satpol PP, dan BPBD
-
Cluster Kesehatan: Dinas Kesehatan dan RSJ Menur
-
Cluster Pendidikan: Dinas Pendidikan dan Ikatan Guru Indonesia (IGI)
-
Cluster Pengungsian dan Logistik: Dinas Sosial dan BPBD Jatim
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kesiapsiagaan terhadap potensi bencana erupsi gunung api semakin meningkat, dan masyarakat dapat lebih terlindungi dari risiko bencana yang setiap saat dapat terjadi.
