Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Dinas Koperasi Jatim Tegaskan Komitmen Penguatan Eko-Tren OPOP

Surabaya, nusantaradigital.online – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Eko-Tren OPOP Jawa Timur sekaligus Silaturahmi Peserta Eko-Tren OPOP Tahun 2025 yang digelar pada 15–16 April 2025 di HARRIS Hotel & Convention Gubeng, Surabaya, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, menyampaikan bahwa program Eko-Tren OPOP merupakan langkah strategis Pemprov Jatim untuk memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis komunitas pesantren.

 

“Pesantren berdaya, masyarakat sejahtera — ini adalah salah satu visi yang kami perjuangkan melalui penguatan Eko-Tren OPOP,” ujarnya di hadapan para peserta rakor dan tamu undangan dari berbagai instansi seperti Kanwil Kemenag Jatim, Bank Indonesia, Bank Jatim, serta Bapenda Jatim.

 

Endy menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi pesantren dilakukan melalui lima aspek utama: penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan SDM, fasilitasi sertifikasi produk dan kemasan, akses pembiayaan, serta perluasan pemasaran.

 

“Sejak awal pelaksanaan program, kami telah memfasilitasi 687 koperasi pondok pesantren, memberi pelatihan kepada 2.000 orang pengurus dan pengelola koperasi, membantu 1.000 produk mendapatkan sertifikasi halal dan hak merek, serta menyalurkan hibah pengembangan usaha sebesar Rp50 juta ke masing-masing dari 283 koppontren,” papar Endy.

 

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga rutin menggelar OPOP Expo sebagai etalase produk-produk unggulan pesantren, serta melibatkan pelaku usaha pesantren dalam kegiatan misi dagang dan pameran di berbagai daerah.

 

Dalam rangkaian kegiatan ini, juga dijadwalkan sesi bersama narasumber dari Kementerian Hukum dan HAM terkait pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta sosialisasi pendirian koperasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Jatim.

 

“Semua ini adalah upaya kolektif yang kami bangun bersama. Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin akan terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi kemandirian ekonomi pesantren serta kesejahteraan masyarakat Jatim,” pungkas Endy, seraya menutup sambutannya dengan pantun penuh semangat:
Ke pasar beli ketupat, sambil membawa sepiring roti.
Santri mandiri makin hebat, lewat OPOP raih prestasi.

 

Acara ini diharapkan menjadi momentum penguatan jejaring antar pesantren dan pemangku kepentingan dalam mendorong ekonomi pesantren yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights