Sosialisasi ke SMK -SMK se Jatim.
Surabaya, Nusantaradigital.online – Jawa Timur mendapat kuota 6.880 peserta dalam Program SMK Go Global, program direktif Presiden yang diselenggarakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui BP2MI/KP2MI untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran yang berminat bekerja ke luar negeri.
Humas BP3MI Jawa Timur, Saras Putri, mengatakan pendaftaran Program SMK Go Global telah dimulai sejak 12 Agustus 2026.
“Untuk BP3MI Jawa Timur mendapat kuota 6.880 peserta. Nama program resminya SMK Go Global,” ujar Saras.
Program tersebut menyasar lulusan SMK maupun masyarakat umum yang memenuhi persyaratan. Peserta dipersiapkan melalui peningkatan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Program ini menjadi penting di tengah tingginya penempatan PMI asal Jawa Timur. Kepala UPT P2TK Jatim, Astri, menyampaikan tercatat 45.999 PMI ditempatkan sepanjang Januari-Juli 2026.
Namun, penempatan tersebut masih didominasi sektor informal, seperti pekerja domestik (domestic worker) dan caregiver. Menurut Astri, kondisi ini dipengaruhi tingginya permintaan negara tujuan terhadap pekerjaan informal. Sebagian negara tujuan utama PMI asal Jawa Timur seperti Hong Kong, Taiwan, Singapura dan Malaysia masih memiliki kebutuhan tinggi terhadap pekerja rumah tangga, caregiver serta pengasuh lansia.
Selain itu, masih terdapat keterbatasan kompetensi dan sertifikasi yang membuat sebagian calon PMI belum memenuhi kualifikasi untuk bekerja di sektor formal.
Astri mengatakan peningkatan proporsi penempatan PMI pada sektor formal membutuhkan strategi terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi calon PMI, perluasan kerja sama internasional, penguatan peran P3MI hingga pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja global.

Melalui SMK Go Global, pemerintah menyiapkan calon pekerja migran dengan kompetensi teknis sekaligus bahasa asing, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), soft skills, budaya kerja, serta pemahaman mengenai perjanjian kerja dan perlindungan diri.
Secara nasional, program ini menargetkan 500.000 tenaga kerja yang dipersiapkan memasuki pasar kerja global pada periode 2026-2029. Target tersebut terdiri dari 300.000 lulusan SMK dan 200.000 masyarakat umum. Khusus 2026, target yang ditetapkan sebanyak 40.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Adapun sektor pekerjaan yang diproyeksikan secara nasional meliputi kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, agrikultur, konstruksi dan seabased.
Sementara negara tujuan yang diproyeksikan BP3MI Jatim antara lain Malaysia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan kawasan Eropa. Dalam FAQ program, negara atau wilayah yang telah dipetakan juga mencakup Jerman, Australia, Singapura, Turki dan Maladewa.
SMK Go Global menggunakan pendekatan demand driven, yakni kebutuhan nyata pasar kerja luar negeri menjadi dasar dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai. Jenis pekerjaan diprioritaskan berdasarkan permintaan tenaga kerja dan kesesuaian kompetensi yang dapat disiapkan melalui pendidikan maupun pelatihan vokasi.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan. Rangkaian kegiatan mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja, penjaringan, seleksi, pelatihan, sertifikasi, job matching, pemenuhan dokumen hingga penempatan.
Meski demikian, mengikuti pelatihan maupun memperoleh sertifikat kompetensi tidak otomatis menjamin peserta mendapatkan pekerjaan. Penempatan tetap bergantung pada kebutuhan pemberi kerja, kualifikasi, hasil seleksi, persyaratan negara tujuan dan proses job matching.
Untuk program peningkatan kompetensi SMK Go Global yang diselenggarakan pemerintah, peserta tidak dipungut biaya pelatihan. Namun, biaya tertentu yang mungkin muncul dalam proses penempatan mengikuti ketentuan peraturan, negara tujuan, perjanjian kerja dan skema penempatan. (why)

