BPBD Jatim Tebar Semangat Iduladha, Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Ikhtiar Merawat Solidaritas Sosial

Surabaya, Nusantaradigital.online — Iduladha tahun ini dimaknai berbeda oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur. Tidak sekadar menyembelih hewan kurban, BPBD Jatim menjadikan momentum Hari Raya Kurban sebagai ruang memperkuat solidaritas sosial antara pemerintah dan masyarakat.

Bertempat di Gerha Majapahit BPBD Jatim, Jumat (29/5), suasana gotong royong begitu terasa saat proses penyembelihan hewan kurban dilakukan bersama warga sekitar Desa Waru. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto.

Mengusung tema “Berbagi, Peduli dan Menebar Kebahagiaan”, BPBD Jatim menyembelih total 10 hewan kurban yang terdiri dari delapan ekor sapi dan dua ekor kambing.

“Alhamdulillah, hari ini kami di BPBD melaksanakan kurban dengan total delapan sapi dan dua kambing. Ini bukan hanya ibadah, tetapi bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Gatot.

Menariknya, proses penyembelihan hingga distribusi daging tidak hanya melibatkan pegawai internal BPBD. Warga sekitar juga turun langsung membantu proses pemotongan, pengemasan hingga pembagian daging kurban.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi simbol penting bahwa penanggulangan bencana dan kemanusiaan tidak bisa dilakukan sendirian. Semangat kebersamaan yang selama ini dibangun saat menghadapi bencana, juga tercermin dalam momentum Iduladha.

Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut antara lain Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Deni Kiki Melia Tamara, Kabid Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno, serta Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dhany Aribowo.

Menurut Gatot, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekitar kantor BPBD Jatim.

“Pelibatan warga ini mulai dari proses pemotongan hingga pembagian. Nantinya distribusi kepada warga juga dikoordinasikan bersama ketua RT sekitar,” jelasnya.

Di tengah berbagai tantangan kebencanaan yang terus meningkat di Jawa Timur, pendekatan humanis seperti ini dinilai menjadi energi sosial yang penting. Sebab, ketangguhan daerah tidak hanya dibangun melalui alat dan sistem mitigasi, tetapi juga melalui kepedulian dan kedekatan antarmanusia. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights