Pembukaan Seminar Bulan K3 Nasional 2026 di Surabaya: Perkuat Ekosistem K3 Profesional dan Kolaboratif

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ir. Dydik Rudy Prasetya, M.M.A.,

 

Surabaya, Nusantaradigital.online– Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar pembukaan Seminar Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Kamis (12/2). Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian penutup Bulan K3 Nasional yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026.

Acara dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ir. Dydik Rudy Prasetya, M.M.A., jajaran Disnakertrans Jatim, Ketua Asosiasi Ahli K3 (A2K3), praktisi dan akademisi K3, serta perwakilan perusahaan dari berbagai sektor industri strategis.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Jatim, Tri Widodo. Dalam sambutannya, Tri Widodo menegaskan bahwa penguatan budaya K3 merupakan fondasi penting dalam pembangunan sektor ketenagakerjaan dan industri di Jawa Timur.

Seminar ini mengangkat tema “Sinergi Profesionalisme dan Kolaborasi K3 Pengelolaan Risiko Tinggi di Ketinggian dan Ruang Terbatas Menuju Ekosistem Kerja Nasional yang Andal”, yang dinilai sangat relevan dengan karakteristik industri Jawa Timur yang memiliki banyak aktivitas pekerjaan berisiko tinggi.

“K3 tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif. Ia harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses produksi dan pengambilan keputusan,” tegas Tri Widodo.

Ia menambahkan, pekerjaan di ketinggian dan ruang terbatas merupakan kategori risiko tinggi yang membutuhkan kompetensi, standar operasional yang ketat, serta kolaborasi lintas sektor agar angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat terus ditekan.

Sementara itu, sambutan Gubernur Jawa Timur disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya, dalam penyampaiannya, Dydik menekankan bahwa penguatan ekosistem K3 merupakan kebutuhan mendesak ditengah kompleksitas industri Jawa Timur.

“Kecelakaan kerja bukan hanya kegagalan teknis, tetapi kegagalan sistem. Satu insiden adalah alarm keras bahwa masih ada celah dalam pengelolaan K3 kita,” ujar Dydik di hadapan peserta seminar.

Menurutnya, sebagai provinsi dengan sektor strategis seperti konstruksi, manufaktur, kimia, energi, pelabuhan, logistik hingga migas, Jawa Timur memiliki tingkat kompleksitas risiko kerja yang tinggi, terutama pada pekerjaan di ketinggian dan ruang terbatas.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan parsial atau reaktif. Pengelolaan risiko harus berbasis perencanaan yang matang, sertifikasi kompetensi tenaga kerja, penggunaan alat pelindung diri sesuai standar, serta disiplin dalam penerapan prosedur kerja,” lanjutnya.

Peserta menyaksikan gelar alat K3 di lokasi acara. 

Ia juga menegaskan bahwa profesionalisme harus diperkuat dengan kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator dan pembina, dunia usaha sebagai pelaksana, pekerja sebagai subjek utama, akademisi, serta asosiasi profesi sebagai penjaga standar kompetensi.

“Ekosistem K3 yang andal hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama dan saling menguatkan,” tegasnya.

Dalam rangkaian pembukaan seminar, Pemprov Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan atas capaian kinerja K3 terbaik Tahun 2026. Di antaranya PT Eastern Logistics sebagai perusahaan dengan jam kerja orang terbanyak; PT Petrosida Gresik dengan periode kecelakaan kerja nihil terlama; PT Unilever Indonesia Tbk Pabrik Rungkut dengan nilai audit SMK3 tahun 2025 tertinggi sebesar 97,59 persen; PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus dengan nilai Program P2 HIV tertinggi sebesar 100 persen; serta PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Rungkut II dengan nilai Program P2TB tertinggi dari 180 peserta, juga meraih skor 100 persen. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights