Calon Transmigran Jatim Dapat Pembekalan Jelang Penempatan, Siap Bangun Kehidupan Baru di Daerah Tujuan

Surabaya, Nusantaradigital.online — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur resmi membuka kegiatan Catrans Camp 2025, sebuah program pembekalan intensif selama tiga hari bagi calon transmigran asal Jawa Timur yang akan diberangkatkan ke berbagai lokasi penempatan. Kegiatan yang digelar pada 24–26 November 2025 di Harris Hotel & Convention Bundaran Satelit Surabaya ini bertujuan meningkatkan kesiapan mental, pengetahuan, dan keterampilan peserta sebelum menempati daerah tujuan.

Acara dibuka dengan doa yang dipimpin Ahmad Jazuli, disusul laporan panitia yang disampaikan Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami. Dalam laporannya, Purwanti menjelaskan bahwa tema pembekalan tahun ini adalah “Menjadi Transmigran Asal Jatim yang Tangguh dan Berdaya.” Tema ini menekankan bahwa transmigran bukan hanya berpindah tempat, melainkan menjadi agent of change yang siap membangun komunitas mandiri di daerah baru.

Purwanti menyampaikan bahwa peserta yang hadir merupakan 16 kepala keluarga lengkap dengan istri dan anak-anaknya. Selama tiga hari, para peserta akan mengikuti berbagai materi, antara lain persiapan pemberangkatan, informasi daerah transmigrasi, adaptasi sosial, penanganan kegawatdaruratan medis, soft skill, dinamika kelompok, hingga kewirausahaan.

“Fokus utama kami adalah membantu transmigran beradaptasi dan membangun kemandirian, baik secara sosial maupun ekonomi. Transmigrasi bukan sekadar relokasi, tetapi pengembangan kapasitas agar mereka bisa tumbuh menjadi komunitas yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga akan diajak melakukan kunjungan lapangan (study tour) ke Telkom University Surabaya, yang telah menjalin kerja sama dengan Disnakertrans Jatim melalui PKS terkait ketenagakerjaan dan transmigrasi. Di kampus tersebut, peserta akan melihat langsung demplot dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai inspirasi pengembangan usaha di lokasi penempatan.

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Sekretaris Disnakertrans Jatim, Agus Gunawan. Dalam arahannya, Agus menegaskan bahwa para calon transmigran adalah “pahlawan pemerataan penduduk dan pembangunan Indonesia.”

“Tidak semua orang memiliki keberanian dan tekad untuk memulai kehidupan baru di daerah yang jauh. Anda semua adalah orang-orang pilihan. Selama masih berada di wilayah NKRI, bendera merah putih berkibar, dan lambang Garuda berdiri tegak, jangan pernah takut. Jadilah optimis, pantang menyerah, dan siapkan mental yang kuat,” ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya kebersamaan antartransmigran serta adaptasi dengan masyarakat lokal. Ia meyakini bahwa dengan pembekalan yang komprehensif, peserta bisa menghadapi tantangan di daerah baru dengan lebih siap.

Di tengah perkembangan era digital, Agus mengingatkan bahwa komunikasi semakin mudah. “Kalau dulu kita sulit terhubung, sekarang cukup pakai ponsel. Selama sinyal ada, dunia ada. Tapi ingat, tujuan kita bukan kembali, melainkan sukses membangun kehidupan baru,” tambahnya.

Salah satu peserta, Ali Murtadlo dari Blitar, mengaku bersyukur dapat mengikuti program transmigrasi tahun ini. Sebelumnya bekerja serabutan, Ali berharap program ini menjadi titik awal perubahan bagi dirinya dan keluarga.

“Alhamdulillah saya sangat senang bisa ikut program transmigrasi. Selain mendapat lahan dan tempat tinggal baru, kami juga diberi ilmu dan pembekalan. Semoga ini menjadi jalan untuk hidup yang lebih layak,” ujarnya. (why)

 

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights