Direktur PPNS ITS Surabaya: Lulusan Politeknik Harus Siap Kerja Dimana Saja

Surabaya, Nusantaradigital.online – Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Rachmad Tri Soelistijono, menekankan pentingnya kesiapan lulusan pendidikan vokasi menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Hal ini disampaikannya dalam wawancara dengan wartawan saat menghadiri Job Fair hasil kolaborasi pentahelix antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans Jatim) dengan dunia pendidikan, dalam hal ini ITS Surabaya.

Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Bapak Rachmad Tri Soelistijono, Bersama Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami

 

 

“Kita sedang melakukan evaluasi, siapa saja yang sudah mendapatkan pekerjaan dan siapa yang belum. Ini menjadi bahan penting untuk memetakan efektivitas kolaborasi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri,” ujar Rachmad Tri Soelistijono.

 

Ia menekankan bahwa pencari kerja perlu menyiapkan tidak hanya keahlian teknis (skill), tetapi juga mental dan sikap profesional dalam menghadapi dunia kerja. “Siap kerja itu bukan hanya soal keterampilan, tapi juga kesiapan mental. Ketika ditempatkan di luar Jawa Timur, misalnya, jangan lantas merasa tidak siap. Selama masih berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, semestinya kita siap bekerja dan berkontribusi,” tegasnya.

 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia industri adalah kunci untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini. Ia menilai kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku industri, media, dan masyarakat—menjadi pendekatan yang strategis.

 

“Pendidikan politeknik seperti di PPNS ini memang berbeda dari pendidikan akademik. Kami fokus mencetak lulusan yang langsung siap pakai di dunia kerja, bukan sekadar siap belajar. Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang perbedaan ini masih belum merata,” ujar Rachmad.

 

Tingginya minat peserta pada job fair kali ini, menurutnya, menjadi indikator bahwa pendidikan vokasi mulai dilirik sebagai jalur cepat menuju dunia kerja. “Tercatat lebih dari 1.000 peserta yang terdaftar. Ini menjadi bukti nyata bahwa politeknik seperti PPNS mampu menjawab kebutuhan industri secara langsung,” jelasnya.

 

Ia juga mendorong para lulusan SMA dan SMK untuk lebih mengenal pendidikan vokasi, khususnya politeknik, sebagai alternatif utama meniti karier profesional. “Harapan kami, semakin banyak peminat yang memilih pendidikan vokasi, maka akan semakin kuat sinergi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan nyata di industri,” tutupnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights