Kadisnakertrans Jatim : Buruh Migran Fokus Kita Kurangi Angka Pengangguran

Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo

Surabaya, Nusantaradigital.online- DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur sesuai dengan tupoksinya akan fokus untuk merekruit tenaga kerja ke luar negeri. Negara tujuan tersebut adalah Korea dan Jepang dengan ketrampilan las. Disampaikan Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo bahwa disnaker sampai akhir tahun Desember 2022 telah membuka lapangan kerja bagi mereka yang mempunyai kompetensi memadai pergi ke luar negeri.
“Ini adalah investasi yang luar biasa untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan, dampaknya pertama misalnya jika gaji dikembalikan ke Indonesia sebesar Rp 20 juta itu sudah cukup dan sisanya bisa dipakai untuk hidup disana, dan itu boleh bekerja lebih dari 5 tahun. Kedua kami sudah membuka untuk home keeper tahap pertama akan diberangkatkan sebanyak 26 orang dengan gaji Rp 14-18 juta per bulan.
Ada beberapa lembaga yang sudah kerjasama dengan kita untuk ini, jika saat ini disnaker belum terlalu besar untuk menyerap tenaga kerja, minimal dengan keberangkatan 100 orang pekerja per bulan, satu tahun sudah mencapai 1200 orang.
Dampak yang sangat besar itu, harapan saya banyak kepala daerah yang bisa bergabung untuk mendata warganya yang akan berangkat ke luar negeri. Dengan memberikan kemampuan Bahasa Jepang mereka mempunyai bekal yang cukup untuk skill yang dibutuhkan.
Kemrin ketemu bupati Gresik, pak bupati mohon segera didata warganya yang lulusan-lulusan kesehatan monggo kalau panjenengan punya APBD, sekolahkan Bahasa Jepang mereka pak bupati, dengan waktu sekitar 4 bulan dan paling lama 6 bulan dengan biaya sekitar Rp 6-8 juta. Skemanya silahkan pak Bupati yang mengatur dengan mereka apakah dipinjami dulu oleh bank pembangunan daerahnya bapak, begitu mereka berangkat, bisa diangsur untuk pengembaliannya.’’ urai Himawan.
Dengan pertimbangan itulah disnaker tahun ini akan fokus untuk pekerja migran. Kemudian yang tidak kalah penting adalah menangani PHK-PHK yang terjadi sekarang ini, dan tidak mudah mengatasinya.
“Ini memang rumit, kalau memang usia mereka masih dibawah 30 tahunan, masih mudah mencarikan pekerjaan, yang sulit jika kalau sudah berusia 35 tahun ke atas, karena di usia itu itu hampir sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru, kecuali mereka mempunyai kompetensi yang cukup, maka kami disnaker, akan bekerjasama dengan kab/kota yang banyak phk nya itu kita akan upskiling atau reskilling nantinya, dan kita latih, misalnya bisa menjahit sepatu, kebanyakan pabrik sepatu disana, karena jika ini tidak segera ditangani jatuh jadi orang miskin.”ungkap mantan Kabiro Hukum Setda Prov. Jatim ini.
Sementara itu Wakil Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, saat dikonfirmasi LN mengatakan, disnakertrans menjadi bagian leading sektor dalam menurunkan angka pengangguran di Jatim, menurunkan tingkat kemiskinan. Dengan target khususnya adalah memperbanyak pekerja formal atau dengan keahlian khusus diberangkatkan sebagai PMI/TKI. Stabilitas perburuhan, yang diikuti dengan produktivitas kinerja perusahaan. Ditambahkan dengan memperkuat kerjasama Disnaker dengan berbagai pihak, baik Perguruan Tinggi, LSM dan lain-lain. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights