Surabaya, Nusantaradigital.online– Persiapan Job Fair Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 terus dimatangkan. Hingga akhir September, sebanyak 28 perusahaan telah dipastikan mengikuti kegiatan tersebut dengan menyediakan lebih dari 2.000 lowongan kerja.
Menariknya, dari ribuan kesempatan kerja tersebut, sedikitnya 81 lowongan dialokasikan khusus bagi penyandang disabilitas.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Purwanti Utami, mengatakan angka tersebut masih dapat berkembang seiring proses verifikasi perusahaan peserta yang terus dilakukan.
“Untuk tahun ini memang agak berbeda. Kita bersinergi dengan Ikatan Alumni Unair untuk pemenuhan lowongan kerja, informasi lowongan kerja dan lain-lain,” kata Purwanti.
Menurutnya, jumlah perusahaan yang berminat mengikuti job fair cukup banyak. Namun, perusahaan yang mendaftar tidak serta-merta dapat langsung mengikuti kegiatan karena Disnakertrans Jatim melakukan proses akurasi dan verifikasi terlebih dahulu.
Hal tersebut dilakukan karena job fair yang difasilitasi pemerintah harus memastikan perusahaan peserta memenuhi sejumlah ketentuan ketenagakerjaan.
Di antaranya perusahaan harus memenuhi kewajiban Wajib Lapor Ketenagakerjaan, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, serta memiliki pelaporan penempatan tenaga kerja.
“Kalau yang masuk mungkin sudah banyak, tapi harus kita akurasi. Karena ini job fair yang dilaksanakan pemerintah,” ujarnya.
Selain aspek administratif, rekam jejak perusahaan dalam penempatan tenaga kerja juga menjadi bagian yang diperhatikan. Perusahaan yang tidak memiliki laporan penempatan atau memiliki catatan yang perlu dipertimbangkan akan dievaluasi kembali keikutsertaannya.
Dari proses tersebut, sebanyak 28 perusahaan saat ini telah dinyatakan siap mengikuti job fair dengan total lebih dari 2.000 lowongan kerja.
81 Lowongan untuk Disabilitas
Khusus pencari kerja penyandang disabilitas, Disnakertrans Jatim mencatat sedikitnya 81 lowongan tersedia. Informasi mengenai posisi tersebut nantinya akan dibuat lebih rinci, termasuk jenis kebutuhan disabilitas yang dapat dipenuhi masing-masing perusahaan.
Purwanti menilai kejelasan informasi sejak awal penting agar pencari kerja disabilitas tidak datang ke lokasi dengan ekspektasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Dari 2.000-an ini, 81 loker untuk disabilitas. Nanti kita akan perjelas, supaya teman-teman disabilitas tidak sampai datang, ternyata lowongannya tidak proper untuk mereka,” jelasnya.
Disnakertrans Jatim juga menyiapkan pendampingan bagi pencari kerja disabilitas. Pendampingan tersebut dapat berupa bantuan juru bahasa isyarat maupun dukungan fisik sesuai kebutuhan pencari kerja.
Menurut Purwanti, pendampingan bukan bentuk perlakuan istimewa, melainkan bagian dari upaya memastikan pencari kerja disabilitas dapat mengakses layanan dan proses rekrutmen secara layak.
Untuk mendukung layanan tersebut, Disnakertrans Jatim juga menjajaki keterlibatan relawan, termasuk mahasiswa.
Tak Hanya Lowongan Kerja
Konsep Job Fair Jatim 2026 juga diperluas. Tahun ini, pencari kerja tidak hanya mendapatkan akses terhadap informasi lowongan kerja, tetapi juga kesempatan magang.
Kerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) diharapkan dapat membuka akses magang melalui jejaring perusahaan yang menjadi mitra.
“Magang ini bagus karena menjadi jembatan. Harapannya setelah magang mereka bisa ditempatkan di situ,” kata Purwanti.
Disnakertrans Jatim menargetkan setidaknya delapan badan usaha, terutama BUMD maupun BUMN, dapat membuka kesempatan kerja atau magang. Sejumlah perusahaan besar seperti Pertamina dan PLN juga diharapkan dapat terlibat melalui jejaring kerja sama tersebut.
Selama ini, akses ke lowongan maupun program magang BUMN memiliki mekanisme tersendiri dan sebagian prosesnya harus melalui pusat. Karena itu, Disnakertrans Jatim berharap kolaborasi dengan IKA Unair dapat membuka akses yang lebih luas.
Selain itu, Disnakertrans Jatim menggandeng sejumlah lembaga non-profit, termasuk Yayasan Plan dan Cipta Mandiri, untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan.
“Sebisa mungkin sebanyak mungkin kita kerja sama dengan lembaga-lembaga seperti itu, supaya masyarakat semakin banyak bisa mengakses pelatihan. Yang penting memang ke penempatan dan gratis,” ujarnya.
Disiapkan Layanan Ketenagakerjaan
Perbedaan lain pada Job Fair 2026 adalah hadirnya layanan khusus ketenagakerjaan. Layanan ini disiapkan agar masyarakat yang datang tidak hanya mencari lowongan pekerjaan.
Sejumlah layanan yang disiapkan antara lain informasi pelatihan, konsultasi CV, konsultasi pekerjaan, layanan hubungan industrial termasuk mediasi, serta informasi mengenai pengawasan dan keselamatan kerja.
Dengan demikian, job fair tahun ini diarahkan menjadi ruang layanan ketenagakerjaan yang lebih luas, sekaligus mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.
Untuk pendaftaran perusahaan, Disnakertrans Jatim telah membuka mekanisme secara daring. Sementara pendaftaran pencari kerja baru akan dibuka mendekati pelaksanaan kegiatan.
“Kalau pencari kerja nanti mendekati pelaksanaan, sekitar dua minggu atau satu minggu sebelumnya,” pungkas Purwanti. (why)

