Surabaya, Nusantaradigital.online – Surabaya kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala nasional. Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang digelar pada 4 Oktober mendatang tak hanya menyasar aktivitas olahraga, tetapi juga membawa potensi terhadap sektor pariwisata dan perputaran ekonomi di Kota Pahlawan.
Hal itu terlihat dari komposisi peserta yang mengikuti gelaran marathon tersebut. Dari hampir 11.000 pelari yang terdaftar, sebanyak 39 persen di antaranya berasal dari luar Kota Surabaya.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang diikuti sekitar 9.000 pelari. Peserta tahun ini tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jabodetabek, tetapi juga dari sejumlah negara seperti Jepang, India, Filipina, dan Singapura.
Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai membuka peluang pergerakan ekonomi di berbagai sektor. Mulai dari akomodasi, transportasi, layanan transportasi online, kuliner, pusat oleh-oleh hingga pelaku UMKM.
Head of Ready to Drink Beverages Category WINGS Group Indonesia, Joshua Gunawan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Surabaya.
“Harapan kami, gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 4 Oktober mendatang juga dapat lebih lagi menyumbang pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya tahun 2026,” ujar Joshua.
Potensi tersebut juga berkaca pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada Surabaya ISOPLUS Marathon 2025, Pemerintah Kota Surabaya menyebut tingkat hunian hotel di kawasan Surabaya Pusat mencapai 100 persen selama pekan pelaksanaan acara.
Secara keseluruhan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Kota Surabaya pada Oktober 2025 tercatat 50,75 persen, naik 4,56 poin dibandingkan September 2025 yang berada di angka 46,19 persen.
Sementara itu, perekonomian Surabaya pada 2025 tercatat tumbuh 5,87 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum memberikan kontribusi sebesar 16,71 persen terhadap struktur ekonomi kota.
Selain memberikan dampak ekonomi, gelaran marathon juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota tujuan wisata.
Rute Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 akan membawa para pelari melewati sejumlah ikon Kota Pahlawan, di antaranya Tugu Pahlawan, Tugu Bambu Runcing, Hotel Majapahit, Monumen Karapan Sapi serta sejumlah kawasan dan ikon heritage lainnya.
Dengan demikian, peserta dari luar Surabaya tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal berbagai sisi Kota Pahlawan secara langsung.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya yang sangat mendukung kelancaran event ini. Pemerintah Kota Surabaya bahkan memperbaiki jalur yang akan dilintasi pelari agar memenuhi standar kenyamanan dan safety,” kata Joshua.
Dukungan warga Surabaya juga menjadi bagian dari penyelenggaraan melalui cheering station di sejumlah titik rute. Kehadiran masyarakat tersebut diharapkan turut menciptakan pengalaman bagi para pelari sekaligus memperlihatkan karakter warga Surabaya kepada peserta dari berbagai daerah.
Joshua pun mengajak masyarakat Surabaya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan marathon tersebut.
“Kami mohon dukungan dari arek-arek Suroboyo, pada tanggal 4 Oktober 2026, kulonuwun.. pinjam dulu jalannya, dan semoga acara ini membawa kebaikan bagi warga masyarakat,” ujarnya.

Dengan hampir 11.000 peserta dan 39 persen di antaranya berasal dari luar Surabaya, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 menjadi salah satu agenda yang mempertemukan olahraga, aktivitas ekonomi dan promosi destinasi dalam satu penyelenggaraan.(saf)

