Surabaya, Nusantaradigital.online – Penanganan aktivitas merpati di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, mulai memasuki tahap pemantauan langsung di lapangan. Lurah Wonorejo Tri Kartika Sari mengatakan dirinya telah turun mengecek kondisi lokasi setelah menggelar rapat bersama sejumlah unsur terkait.
Sebelumnya, Tri mengumpulkan Ketua RT 4 dan RT 7, serta jajaran terkait, termasuk pihak Polsek, Koramil dan Satpol PP untuk menghimpun informasi mengenai aktivitas merpati yang menjadi perhatian warga.
“Setelah rapat, saya turun untuk mengecek kondisinya di lapangan seperti apa,” ujar Tri saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).
Dari pengecekan tersebut, Tri mengatakan memang menemukan banyak bekupon di lokasi yang menjadi tempat aktivitas merpati.
Selain mengecek kondisi lokasi, Tri juga berupaya mengumpulkan informasi mengenai aktivitas tersebut, termasuk waktu kegiatan biasanya berlangsung.
Dari hasil pengumpulan informasi kepada sejumlah pihak, Tri mendapat informasi bahwa aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan disebut sudah ada sebelum kawasan perumahan di sekitar lokasi berdiri.
Namun, Pemkot Surabaya melalui Kelurahan Wonorejo kini mulai melakukan pemantauan lebih lanjut untuk melihat kondisi aktivitas tersebut di lapangan.
Dua Poin Hasil Rapat
Tri mengatakan, dari rapat bersama pihak-pihak terkait, terdapat dua poin yang menjadi perhatian.
Pertama, pihak yang memiliki aktivitas tersebut diminta berkoordinasi dengan RT dan RW setempat apabila akan menggelar kegiatan atau event.
Kedua, keberadaan bekupon diminta untuk dibatasi dan dikurangi, agar jumlahnya tidak semakin bertambah.
“Bekuponnya dibatasi, dikurangi, supaya tidak semakin banyak,” ujar Tri.
Menurut Tri, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menata aktivitas di lingkungan Wonorejo agar tidak berkembang tanpa koordinasi dengan lingkungan setempat.
Meski demikian, Tri mengatakan pemantauan masih terus dilakukan. Dirinya masih meninjau aktivitas tersebut untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Langkah tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya Tri mengaku belum menerima laporan terkait aktivitas adu merpati ketika baru menjabat sebagai Lurah Wonorejo sekitar pertengahan Juli 2026.
Kini, setelah mendapat informasi dari RT 4 dan RT 7 serta unsur terkait, Tri telah turun langsung melihat kondisi lokasi.
Sebelumnya, Ketua RT 7/RW 8 Kuntoro menyampaikan keresahan warga karena aktivitas tersebut berlangsung di sekitar permukiman. Ketua RT 4 Andriyono juga mengatakan kondisi wilayah RT 4 relatif lebih kondusif, meski aktivitas merpati masih menjadi perhatian karena berdekatan dengan wilayah RT 7.
Sementara Bhabinkamtibmas Wonorejo Aipda Denny Syaiful Amri menyatakan komunitas merpati memang ada, tetapi dirinya belum menerima laporan terkait adu doro.
Bersambung:
Menunggu Langkah Kepolisian
Setelah kelurahan turun langsung mengecek lokasi dan menetapkan dua poin penataan, bagaimana respons Kapolsek Rungkut terhadap hasil pemantauan tersebut? Konfirmasi kepada Kapolsek masih terus dilakukan.(fit)

