Surabaya, Nusantaradigital.online – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini sekaligus mengevaluasi upaya pemadaman karhutla yang masih berlangsung. Sebelum menuju lokasi kejadian, rombongan terlebih dahulu menggelar pertemuan di Posko Karhutla Korem 083/Baladika Jaya.
Kedatangan Menko PMK dan Kepala BNPB disambut Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, serta Danrem 083/Baladika Jaya.
Dalam pertemuan tersebut dilaporkan luas area yang terbakar di kawasan Bromo telah mencapai sekitar 899,38 hektare. Dari 34 titik api yang muncul sejak awal kejadian, saat ini masih terdapat dua titik api yang harus dituntaskan.
Berbagai upaya pemadaman terus dilakukan, baik melalui penanganan darat menggunakan mobil pemadam kebakaran maupun secara manual. Penanganan juga diperkuat melalui operasi udara dengan metode water bombing menggunakan tiga armada helikopter, yakni PK-DAP, PK-DBM dan PK-DAN.
Menko PMK Pratikno menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari BNPB, Pemprov Jawa Timur, TNI, Polri hingga para relawan masyarakat.
Namun, Pratikno meminta peran pemerintah daerah untuk terus ditingkatkan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan TNI secara optimal, termasuk dukungan personel dan peralatan yang dimiliki.
Selain mempercepat pemadaman titik api yang tersisa, Pratikno meminta seluruh elemen terus melakukan pencegahan agar tidak muncul titik api baru. Salah satunya dengan mencermati potensi awan yang memungkinkan dilaksanakannya operasi modifikasi cuaca.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berharap BPBD Jatim bersama seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan Karhutla Bromo dapat bekerja lebih optimal hingga api benar-benar berhasil dituntaskan.
Ia juga meminta Pemprov Jatim bersama TNI menyusun strategi yang lebih efektif agar proses pemadaman dapat segera diselesaikan.
“Kolaborasi seluruh elemen menjadi penting untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan efektif, sekaligus mencegah munculnya titik api baru,” demikian penekanan dalam kunjungan tersebut. (Why)

