Mantan Lurah Wonorejo Ungkap Penanganan Adu Merpati pada 2025, Pernah Libatkan Polisi dan Satpol PP

Mantan Lurah Wonorejo, Ari Hardini.

Surabaya, nusantaradigital.online – Persoalan aktivitas adu merpati di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, ternyata pernah mendapat perhatian pemerintah kelurahan pada 2025. Mantan Lurah Wonorejo, Ari Hardini, mengatakan saat masih menjabat, pihaknya pernah menerima keluhan warga hingga muncul petisi terkait aktivitas tersebut.

Ari mengatakan keluhan warga kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi dan pertemuan yang melibatkan sejumlah unsur. Dalam pertemuan tersebut hadir perwakilan RW, Satpol PP, Bakesbang, kepolisian hingga Koramil.

Menurut Ari, langkah itu dilakukan agar persoalan tidak hanya disampaikan kepada kelurahan, tetapi dapat dibahas bersama dengan unsur yang memiliki kewenangan.

“Waktu itu Kecamatan yang mengundang. Ada perwakilan RW, Satpol PP, Bakesbang, Kapolsek, Danramil dan lainnya,” ujar Ari.

Setelah pertemuan, menurut Ari, dilakukan pengecekan dan penertiban di lokasi. Bahkan, pihak yang menggunakan lokasi tersebut sempat diberikan waktu untuk membongkar fasilitas yang ada.

Ari menyebut penertiban tersebut sempat membuat lokasi dibongkar. Namun, persoalan kemudian kembali muncul setelah beberapa waktu.

“Waktu itu sudah sempat ada pembongkaran,” katanya.

Ari juga mengaku pernah mendengar informasi mengenai dugaan adanya unsur perjudian dalam aktivitas adu merpati tersebut. Namun, ia menegaskan tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi di dalam lokasi.

“Katanya ada indikasi. Orang-orang di situ bilang biasanya kalau ada adu merpati itu biasanya disertai judi, tapi saya tidak tahu,” ujarnya.

Karena itu, Ari menilai keberadaan komunitas atau hobi merpati perlu dibedakan dengan dugaan perjudian. Untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran, menurutnya diperlukan pengecekan oleh aparat yang berwenang.

Selain persoalan dugaan perjudian, Ari mengatakan aspek sosial juga menjadi perhatian. Aktivitas yang berlangsung di kawasan permukiman disebut dapat berdampak terhadap kenyamanan warga, terlebih apabila melibatkan orang dari luar wilayah.

Menurut Ari, penyelesaian persoalan semacam itu membutuhkan koordinasi lintas pihak. RT, RW, kelurahan, kecamatan, aparat keamanan dan masyarakat perlu memiliki langkah bersama.

“Kalau sendirian tidak mungkin. Semua harus bersama-sama,” katanya.
Ari juga mendorong warga memperkuat kegiatan positif di lingkungan, seperti pengajian, kegiatan kemasyarakatan, bakti sosial maupun kegiatan dalam rangka memperingati kemerdekaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang alternatif bagi warga dan anak-anak.
Persoalan ini kembali menjadi perhatian setelah Ketua RT 7/RW 8 Wonorejo, Kuntoro, menyampaikan keresahan warga terhadap aktivitas merpati yang berlangsung di sekitar permukiman.

Sementara Lurah Wonorejo saat ini, Tri Kartika Sari, mengatakan dirinya belum menerima laporan terkait aktivitas adu merpati sejak menjabat sekitar pertengahan Juli 2026.

Bersambung: Konfirmasi Bhabinkamtibmas
Setelah pemerintah kelurahan periode sebelumnya mengungkap adanya penanganan pada 2025, bagaimana kondisi dan posisi kepolisian di lapangan saat ini?

Bhabinkamtibmas Wonorejo Aipda Denny Syaiful Amri memberikan keterangannya.(fit)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights