Pamekasan, Nusantaradigital.online – Peringatan Puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Provinsi Jawa Timur di Pamekasan, Selasa (21/7/2026), menjadi panggung penguatan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan koperasi harus terus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi. Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Joko Yuliantono menyebut Jawa Timur layak menjadi barometer nasional dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat kembali koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Tema Hari Koperasi Nasional ke-79, Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya, memiliki makna strategis. Koperasi harus sehat kelembagaannya, profesional tata kelolanya, kuat permodalannya, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Khofifah mengungkapkan, di tengah tantangan ekonomi global, Jawa Timur mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen (year on year) pada Triwulan I 2026, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Jawa Timur juga memberikan kontribusi sekitar 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan lebih dari 25 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi koperasi dan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.
Saat ini, Jawa Timur memiliki 29.987 koperasi aktif, terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Survei Perhitungan Nilai Tambah Koperasi dan UMKM Tahun 2025, kontribusi koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur telah mencapai sekitar 60 persen.
“Kita tidak hanya membutuhkan koperasi yang banyak secara kuantitas, tetapi koperasi yang sehat, aktif, produktif, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya,” tegas Khofifah.
Ia juga mengingatkan pentingnya transformasi digital di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, koperasi harus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus memperkuat tata kelola organisasi.
Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, terus memperkuat gerakan koperasi melalui program Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, dan Jatim Agro dengan mendorong korporatisasi sektor riil, hilirisasi produk unggulan, digitalisasi koperasi, serta perluasan akses pembiayaan.

Khofifah turut memaparkan perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur. Hingga kini telah terbentuk 8.494 KDKMP, dengan 1.093 koperasi telah beroperasi yang didukung 1.375 gerai di berbagai sektor, mulai sembako, klinik kesehatan, apotek, logistik, pergudangan hingga layanan simpan pinjam.
“Berdasarkan data 19 Juli 2026, Jawa Timur mencatat nilai transaksi KDKMP tertinggi secara nasional sebesar Rp23,7 miliar atau sekitar 38 persen dari total transaksi nasional sebesar Rp61,9 miliar. Ini menunjukkan koperasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Joko Yuliantono memberikan apresiasi atas keberhasilan Jawa Timur dalam mengembangkan gerakan koperasi, khususnya KDKMP.
“Kami atas nama Pemerintah dan keluarga besar Kementerian Koperasi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menyelenggarakan rangkaian Hari Koperasi Nasional dengan sangat luar biasa,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini dilaksanakan dengan format berbeda. Puncak Harkopnas nasional pada 12 Juli 2026 dipusatkan di Indonesia Arena, Jakarta, dan dihadiri sekitar 25 ribu peserta, termasuk para menteri, pimpinan lembaga negara, BUMN, serta insan koperasi dari seluruh Indonesia.
Menurut Ferry, keberhasilan Jawa Timur membuktikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.
“Kami mengapresiasi capaian Jawa Timur. Nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tertinggi secara nasional membuktikan program ini berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ferry juga mengungkapkan pemerintah tengah mempercepat penguatan kelembagaan koperasi melalui pelatihan 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta 5 ribu manajer Kampung Nelayan Merah Putih yang akan mulai ditempatkan pada awal Agustus mendatang.
Selain itu, pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden yang akan menjadikan KDKMP sebagai salah satu saluran distribusi berbagai program pemerintah, mulai penyaluran barang bersubsidi, bantuan sosial, layanan perbankan hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di sisi regulasi, Kementerian Koperasi juga tengah menyusun Undang-Undang Perkoperasian yang baru sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992 agar lebih modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan koperasi di masa depan.
Pada kesempatan tersebut, Ferry juga mengumumkan bahwa Kementerian Koperasi akan memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas dedikasi dan komitmennya dalam memajukan gerakan koperasi.
“Kami melihat secara langsung bagaimana perhatian Ibu Gubernur terhadap perkembangan koperasi sejak dahulu hingga sekarang. Karena itu kami akan memberikan penghargaan atas dedikasi beliau terhadap kemajuan koperasi di Indonesia,” ungkap Ferry.
Puncak Harkopnas ke-79 Provinsi Jawa Timur di Pamekasan dihadiri Menteri Koperasi RI, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi, Ketua Dekopinwil Jawa Timur Slamet Sutanto, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Jawa Timur, pengurus koperasi, pelaku UMKM, serta ribuan anggota koperasi dari berbagai daerah. (why)

