BPBD Jatim Gandeng Pascasarjana Unair Perkuat Peran Akademisi dalam Penanggulangan Bencana

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto saat melakukan kerjasama dengan pascahsarjana Unair. Dok BPBD Jatim

 

Surabaya, Nusantaradigital.online — Kompleksitas ancaman kebencanaan di Jawa Timur yang kian meningkat mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur untuk memperluas kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggandeng kalangan akademisi sebagai bagian dari pendekatan pentahelix dalam penanggulangan bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara BPBD Jawa Timur dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terkait implementasi kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang kebencanaan, yang mencakup fase pra bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, SE, M.PSDM, bersama Direktur Sekolah Pascasarjana Unair, Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, bertempat di ASEEC Tower, Surabaya.

Melalui kolaborasi ini, berbagai aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi—meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—akan diintegrasikan untuk memperkuat kapasitas kebencanaan di Jawa Timur. Peran akademisi diharapkan tidak hanya berhenti pada kajian teoritis, tetapi juga berkontribusi langsung dalam perumusan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/2/2026), menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika risiko bencana yang semakin kompleks.

“Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat upaya penanggulangan bencana di Jawa Timur secara menyeluruh, mulai dari mitigasi dan kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Gatot menambahkan, kehadiran akademisi akan memberikan perspektif ilmiah dan berbasis data dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, sehingga kebijakan dan langkah operasional yang diambil menjadi lebih terukur, efektif, dan berkelanjutan. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights