Atasi Antrean Truk di Tanjung Perak, Pelindo Bangun Buffer Area Berkapasitas 70 Kendaraan

Surabaya, Nusantaradigital.online – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa menambah fasilitas penampungan kendaraan atau buffer area di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Fasilitas baru yang dibangun di Jalan Teluk Lampung, Perak Barat, tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 50 hingga 70 unit truk.

Penambahan fasilitas ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean kendaraan angkutan barang sekaligus mengurangi praktik parkir truk di bahu jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan pembangunan buffer area baru merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menata pergerakan kendaraan logistik, terutama truk pengangkut muatan kapal yang selama ini masih ditemukan menunggu jadwal pelayanan di bahu jalan.

“Penambahan buffer area ini merupakan langkah antisipatif kami untuk mengurangi parkir truk di bahu jalan kawasan Perak. Upaya ini juga menjadi tindak lanjut dari penertiban yang selama ini dilakukan secara berkala bersama instansi terkait,” ujarnya.

Menurut Purwanto, fasilitas tersebut dirancang memiliki akses terintegrasi dengan jalur lalu lintas di sekitar pelabuhan. Kendaraan akan masuk melalui Jalan Perak Barat dan keluar melalui jalur Prapat Kurung.

Pembangunan buffer area Teluk Lampung diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan. Setelah beroperasi, fasilitas tersebut akan melengkapi tiga lokasi penampungan yang telah tersedia, yakni Area Kalimas Pos 3–4, Area Kalimas Pos 5, dan Area Prapat Kurung.

Ketiga lokasi tersebut saat ini memiliki kapasitas penampungan sekitar 250 hingga 300 unit truk secara bersamaan. Dengan tambahan fasilitas baru, total kapasitas penampungan di kawasan Tanjung Perak diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 300 hingga 370 unit truk atau lebih, bergantung pada pengaturan dan pemanfaatan area.

Purwanto menjelaskan, penyediaan buffer area berawal dari meningkatnya volume kendaraan pengangkut muatan kapal, khususnya kapal roll on-roll off (RoRo). Sebelumnya, kendaraan kerap menunggu jadwal keberangkatan kapal di bahu jalan sehingga berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.

Dengan adanya fasilitas penampungan, truk diarahkan menunggu hingga jadwal open gate terminal dibuka sebelum bergerak menuju area pelayanan.

“Latar belakang utama penyediaan buffer area adalah meningkatnya volume kendaraan muatan kapal RoRo yang sebelumnya kerap menunggu jadwal kapal di bahu jalan dan berpotensi memicu kemacetan,” jelasnya.

Selain menambah kapasitas penampungan, Pelindo juga memperkuat pengaturan arus kendaraan dan penyampaian informasi jadwal open gate. Pengembangan sistem digital untuk mendukung efisiensi serta ketertiban antrean kendaraan turut disiapkan.

Pelindo juga memasang spanduk imbauan larangan parkir truk di sepanjang jalur akses menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Para pengemudi dan pelaku usaha angkutan barang diminta memanfaatkan fasilitas penampungan resmi yang telah disediakan. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights