TPS Siapkan 15 Ribu Bibit Mangrove untuk Rehabilitasi Pesisir Surabaya

Surabaya, Nusantaradigital.online – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyiapkan 15.000 bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya. Program yang dijalankan bersama Kelompok Petani Mangrove Penggerak Konservasi Mandiri Lestari Sontoh Laut Surabaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi karbon sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Saat ini, ribuan bibit tersebut tengah dibudidayakan di area konservasi mangrove TPS. Bibit diproyeksikan siap ditanam sekitar delapan bulan mendatang dan akan didistribusikan kepada berbagai pihak untuk mendukung perluasan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir Surabaya.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan program konservasi mangrove merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Sebagai bagian dari Pelindo Group, TPS berkomitmen menghadirkan operasional pelabuhan yang semakin hijau dan berkelanjutan. Upaya elektrifikasi alat bongkar muat serta konservasi mangrove merupakan strategi yang saling mendukung dalam upaya pengurangan emisi karbon,” ujar Erika dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Menurut dia, pembibitan 15.000 mangrove tidak sekadar menjadi kegiatan penghijauan, tetapi juga merupakan investasi lingkungan dan sosial yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Komitmen TPS terhadap pelestarian mangrove telah berjalan sejak 2010. Selain konservasi ekosistem pesisir, perusahaan juga melakukan transformasi energi melalui program elektrifikasi peralatan bongkar muat. Langkah ini dilakukan secara bertahap dengan mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil ke energi listrik untuk menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional terminal.

Mangrove Serap Ribuan Ton Karbon

Peran mangrove dalam mitigasi perubahan iklim turut menjadi perhatian TPS. Berdasarkan pengukuran manfaat pembibitan dan penanaman mangrove yang dilakukan TPS bersama Cempaka Foundation pada 2026, kawasan konservasi mangrove perusahaan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan kondisi vegetasi yang tergolong baik dan padat.

Hasil pengukuran tersebut juga menunjukkan kawasan mangrove TPS memiliki kemampuan menyerap karbon sebesar 623,11 ton karbon per hektare, setara dengan 2.286,8 ton karbon dioksida (CO₂) per hektare.

Kapasitas penyerapan karbon tersebut menjadikan kawasan mangrove sebagai salah satu aset lingkungan penting dalam mendukung upaya dekarbonisasi dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Selain menyerap karbon, mangrove berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk burung migran dan satwa yang dilindungi. Ekosistem ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta mendukung keberlangsungan biota laut.

Keberadaan mangrove turut membantu mengurangi risiko abrasi, memperkuat perlindungan kawasan pantai, dan meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim, termasuk banjir rob.

Libatkan Masyarakat Pesisir

Program konservasi mangrove TPS juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. Melalui kemitraan dengan kelompok petani mangrove, masyarakat dilibatkan dalam pengadaan bibit, pemeliharaan, pembesaran hingga proses penanaman.

Keterlibatan tersebut membuka peluang pendapatan alternatif bagi warga yang terlibat selama program berlangsung. Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Erika mengatakan, distribusi bibit setelah mencapai usia tanam akan memperluas jangkauan rehabilitasi mangrove di Surabaya. Perluasan penanaman diharapkan meningkatkan tutupan hijau pesisir, memperbesar kapasitas penyerapan karbon, serta memperkuat perlindungan pantai dari abrasi.

“Keberhasilan konservasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari besarnya dampak nyata yang dirasakan bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, semakin luas kawasan mangrove yang terjaga, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan bagi kualitas lingkungan, ketahanan pesisir, dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.(why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights