Surabaya,, Nusantaradigital.online – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya
terhadap operasional pelabuhan yang efisien dan berkelanjutan melalui konversi kendaraan
operasional berbahan bakar fosil menjadi kendaraan tenaga listrik. Hingga saat ini, sebanyak 25
unit kendaraan operasional di lingkungan TPS telah berhasil dikonversi menjadi kendaraan listrik
sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju penggunaan energi yang lebih ramah
lingkungan.
Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga meningkatkan
efisiensi operasional perusahaan. Berdasarkan hasil evaluasi, penggunaan kendaraan listrik
tersebut mampu menghasilkan efisiensi biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan
penggunaan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Upaya konversi kendaraan operasional ini melengkapi langkah TPS dalam menerapkan teknologi
dan peralatan berbasis energi listrik di area terminal. Saat ini, seluruh alat bongkar muat yang
terdiri dari 11 unit Container Crane (CC) dan 36 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang beroperasi
di TPS juga telah menggunakan energi listrik, sehingga semakin memperkuat komitmen
perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), penggunaan kendaraan listrik dan
peralatan operasional berbasis energi listrik berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon
yang dihasilkan dari aktivitas operasional terminal. Langkah ini sejalan dengan upaya TPS dalam
mendukung agenda dekarbonisasi sektor logistik dan kepelabuhanan serta pencapaian target
pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan bahwa transformasi penggunaan energi listrik
merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan operasional terminal yang lebih
efisien, modern dan berwawasan lingkungan.
“TPS secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung prinsip Environmental,
Social and Governance (ESG). Konversi 25 unit kendaraan operasional menjadi tenaga listrik
merupakan salah satu langkah konkret yang kami lakukan untuk meningkatkan efisiensi
NO: PRS.69/PR/TPS/IX-2026
operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Selain mampu menekan biaya
operasional hingga 60 persen, penggunaan kendaraan listrik ini juga berkontribusi pada
pengurangan emisi karbon. Inisiatif tersebut melengkapi pemanfaatan 11 unit CC dan 36 unit RTG
yang telah menggunakan energi listrik, sebagai bagian dari perjalanan TPS menuju operasional
pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Also, panggilan akrabnya.
Sebagai gerbang logistik nasional, TPS meyakini bahwa penerapan teknologi rendah emisi
merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi
perusahaan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham,
masyarakat, dan lingkungan.
Kedepan, TPS akan terus mengembangkan berbagai program efisiensi energi dan pengurangan
emisi guna mendukung terciptanya pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, produktif dan
berdaya saing global. (why)

