Acara dibuka oleh Ustadzah Dizah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars IPHI, dan Yalal Wathon.
Surabaya, Nusantaradigital.online – Yayasan Pendidikan Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Mambaul Ilmi, di bawah pembinaan Abuya Muhammad Sumbri, menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus haul Ibu Satiyah, Ibu Maryam, dan Bapak Rupat, Ahad (20/9/2026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Majelis Taklim Perempuan (MTP) IPHI Cabang Genteng tersebut berlangsung di kediaman Abuya Muhammad Sumbri, kawasan Ngaglik Kuburan, Surabaya, dengan mengusung agenda Noto Ati.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan dua grup tari Islami dari santriwan-santriwati TPQ Mambaul Ilmi. Suasana religius semakin terasa dengan penampilan Grup Hadroh Mambaul Ilmi dan Grup Samroh Humairah Geulis.
Acara kemudian dibuka oleh Ustadzah Dizah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars IPHI, dan Yalal Wathon.
Memasuki agenda Noto Ati, para jamaah mengikuti pembacaan dzikir dan istighosah yang dipimpin Ustadzah Faridah, serta dzikir basmalah oleh Sahabat Ana. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua MTP IPHI Cabang Genteng, Ustadzah Faridah, dan Ketua IPHI Cabang Genteng, Abah Agus Diyar.

Ketua IPHI Cabang Genteng, Abah Agus Diyar.
Rangkaian berikutnya diisi Mahallul Qiyam bersama Grup Samroh Humairah Geulis pimpinan Ustadzah Dizah, sebelum memasuki acara inti berupa mauidhoh hasanah yang disampaikan Abuya Muhammad Sumbri.
Dalam ceramahnya, Abuya Muhammad Sumbri mengajak jamaah untuk merenungkan dosa-dosa masa lalu dan senantiasa mengharapkan rahmat serta ampunan Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa manusia perlu terus memperbaiki diri melalui ketaatan dan ibadah, tanpa berputus asa dari ampunan Allah.
Abuya juga mengingatkan agar seseorang tidak terjebak dalam kesombongan karena merasa telah menjalankan banyak ibadah. Ketaatan, menurut pesan ceramah tersebut, semestinya mendorong seseorang semakin rendah hati, bukan merasa lebih baik daripada orang lain.
Selain itu, jamaah diajak menjaga ketaatan kepada Allah SWT, termasuk membiasakan salat berjamaah dan memelihara sikap hormat kepada para ulama. Pesan tersebut menjadi bagian dari ajakan untuk menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai ruang memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas ibadah.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin perwakilan pengurus Forum Musyawarah Kyai Kampung Nusantara Surabaya (FMKKNS) dan Abah Kholil, pengurus MWC NU Genteng. Dalam doa bersama, jamaah memohon rida dan keberkahan Allah SWT, termasuk umur yang bermanfaat, keluarga sakinah mawaddah warahmah, anak-anak saleh dan salehah, serta rezeki yang baik.
Kegiatan tersebut dihadiri Abah Agus Diyar selaku Ketua IPHI Cabang Genteng sekaligus Ketua MUI Kecamatan Genteng, Abah Kholil dari MWC NU Genteng, perwakilan pengurus FMKKNS, serta Ketua MTP IPHI Cabang Genteng Ustadzah Faridah beserta jajaran pengurus.
Turut hadir ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Mukaromah Keputran Panjunan, PR Muslimat NU Embong Kaliasin, Al Muhibbin, Ngaglik Sawo, wali santri TPQ Mambaul Ilmi beserta santriwan-santriwati, serta seluruh ustadz dan ustadzah TPQ Mambaul Ilmi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul ini menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, mendoakan para almarhum dan almarhumah, sekaligus mempererat silaturahmi di antara jamaah dan keluarga besar Mambaul Ilmi.
Melalui kegiatan Noto Ati, penyelenggara mengajak jamaah menjadikan majelis keagamaan sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan sikap rendah hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.(fit)


