16 Penyandang Disabilitas Dilatih, Langsung Disiapkan Masuk Dunia Kerja

Pengelola Galeri Disabilitas dan Kewirausahaan (Gadisku), Edy Cahyono. (paling kanan)

 

Surabaya,nusantaradigital.online – Pelatihan bagi penyandang disabilitas tidak cukup hanya memberikan keterampilan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta perlu mendapatkan akses dan pendampingan agar mampu memasuki dunia kerja secara nyata.

Hal inilah yang dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Nasional bersama sejumlah pihak dalam menyiapkan tenaga kerja penyandang disabilitas.

Pengelola Galeri Disabilitas dan Kewirausahaan (Gadisku), Edy Cahyono, mengatakan dalam program kali ini sebanyak 16 penyandang disabilitas dari berbagai ragam disabilitas mendapatkan pelatihan sekaligus disiapkan untuk bekerja.

“Total 16 orang, jadi tiga digital marketing, tiga barista, dan 10 karya pembuatan batik. Jadi sesuai dengan job yang tersedia buat teman-teman disabilitas yang akan kita salurkan,” kata Edy.

Menurutnya, program tersebut memang dirancang berbeda karena peserta tidak sekadar dilatih terlebih dahulu kemudian mencari pekerjaan. Sebaliknya, pihaknya terlebih dahulu mencari perusahaan yang siap menerima pekerja disabilitas, kemudian peserta direkrut dan dilatih sesuai kebutuhan formasi yang tersedia.

“Targetnya menyiapkan mereka mampu untuk bekerja dan kita salurkan mereka bekerja. Ini sudah ada beberapa perusahaan yang menerima mereka 16 orang,” jelasnya.

Peserta berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur. Penempatan kerja dilakukan di Surabaya, Sidoarjo dan Blitar. Beberapa mitra yang terlibat di antaranya DNY Skincare di Sidoarjo, CV Kinasih Abyudaya yang bergerak dalam produksi batik, serta Gadisku untuk kebutuhan tenaga barista.

Edy mengatakan, pelatihan merupakan bagian dari proses yang lebih panjang. Sebelum disalurkan, peserta menjalani asesmen dan mendapatkan penguatan soft skill. Setelah ditempatkan, mereka juga tetap mendapatkan pendampingan dan monitoring selama tiga bulan.

“Mulai tahapan asesmen, terus pendampingan berkelanjutan, monev selama tiga bulan. Kita dampingi sampai mereka itu benar-benar nyaman di tempat kerjanya,” ujarnya.

Program pemberdayaan tersebut juga terbuka bagi penyandang disabilitas lainnya. Namun, mekanismenya bukan dengan merekrut peserta terlebih dahulu tanpa kepastian pekerjaan.

“Boleh mendaftar, terus nanti kita carikan formasi yang sesuai. Karena sistem kita mencari dulu perusahaan yang siap menerima mereka, baru kita merekrut,” kata Edy.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar penyandang disabilitas yang mengikuti program memiliki kepastian mengenai peluang kerja setelah mendapatkan pelatihan.

Selain keterampilan, kesiapan lingkungan kerja juga menjadi perhatian. Pihaknya memberikan edukasi kepada perusahaan agar menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, termasuk mencegah perundungan serta menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan pekerja disabilitas.

“Disiapkan lingkungan yang inklusif buat mereka, jangan di-bully, terus fasilitas apa saja yang perlu dibutuhkan di perusahaan itu nanti kita edukasi ke perusahaan tersebut,” tegasnya.

Edy menambahkan, selama ini pihaknya telah menyalurkan penyandang disabilitas ke sejumlah perusahaan sesuai kebutuhan tenaga kerja. Di antaranya Kertarajasa, UPT Perindustrian, Indowire dan Adira.

Ke depan, ia berharap semakin banyak pihak, khususnya dunia usaha, terlibat dalam membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Salah satu yang didorong adalah pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penggajian pekerja disabilitas.

Menurutnya, terdapat tantangan berupa perbedaan hasil produksi antara pekerja disabilitas dan nondisabilitas. Karena itu, dukungan CSR diharapkan dapat membantu memastikan pekerja disabilitas tetap memperoleh hak penghasilan secara layak, dengan sistem kerja yang disesuaikan kemampuan maksimal masing-masing.

“Gajinya, haknya sama, tapi sistem kerjanya dan hasil kerjanya tidak mempermasalahkan itu, sesuai kemampuan maksimal teman-teman disabilitas,” pungkasnya.(why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights