

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, selain meningkatkan kapasitas SDM agen, rakor kali ini diharapkan bisa menjadi forum komunikasi antara agen dan pejabat BPBD Jatim.
Batu, Nusantaradigital.online- Senin (27/11/2023) telah dilangsungkan Pembukaan Rakor dan Peningkatan Kapasitas Agen Informasi Bencana Kabupaten/Kota se-Jatim oleh Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto SE, M.PSDM di Hotel Batusuki, Kota Batu.
Turut mendampingi, Sekretaris BPBD Jatim Andhika N Sudigda, Kabid PK M. Chisjqiel, Bapak Kabid RR Edhy Sigit S, pejabat fungsional Penata PB Ahli Madya, Sriyono dan Kasubag Umum dan Kepegawaian BPBD Jatim, Galih Perwira Kusuma.
Hadir juga sejumlah Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota dan segenap Agen Informasi Bencana (Agisena) 38 Kab/kota se-Jatim.
Sekretaris BPBD Jatim Andhika N Sudigda menyampaikan, kegiatan rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas agen dalam menyongsong perkembangan teknologi informasi 5.0, sekaligus peningkatan koordinasi terkait telah masuknya musim penghujan.
Sementara, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, selain meningkatkan kapasitas SDM agen, rakor kali ini diharapkan bisa menjadi forum komunikasi antara agen dan pejabat BPBD Jatim.
Gatot berharap, dalam menjalankan tugas, agesina hendaknya membangun komunikasi yang sinergis dengan BPBD Kab/kota.
Karenanya, Kalaksa Gatot Soebroto juga membuka ruang dialog kepada Kalaksa BPBD Kab/Kota terkait Agesina di masing-masing daerah.
Usai prosesi pembukaan, kegiatan lalu dilanjut dengan materi tentang Smart Society 5.0 sebagai Optimalisasi Teknologi untuk Pelayanan Publik dengan pemateri Vanda Rossdiana dari People Development Consulting.
Vanda membagi tiga kategori sebagai tantangan society 5.0, yaitu teknological change yaitu dunia menghadapi gelombang perubahan yang lebih besar melawan inovasi yang berkembang pesat dalam teknologi digital, kedua pergeseran ekonomi dan geopolitik yang cepat, adanya harapan terhadap negara-negara Asia dalam mencapai pertumbuhan yang cepat dimasa depan sehingga menggeser pusat ekonomi dunia dari barat ke Asia.
Ketiga isu lingkungan global dan kesenjangan sosial semakin memburuk, tahun 2015 PBB adopsi SDGs untuk menangani masalah ini. Society 5.0 tidak dapat dihindari yang terpenting adalah bagaimana mengubah tantangan tersebut menjadi peluang, tandasnya. (why)

