Sidoarjo, Nusantaradigital.online – Upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui penyelenggaraan Career Day dan Mini Job Fair 2026 yang digelar di SMK Krian 1, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Sidoarjo, dan SMK Krian 1 tersebut berhasil mempertemukan ribuan pencari kerja dengan puluhan perusahaan dari berbagai sektor industri.
Tercatat sebanyak 20 perusahaan dan lima mitra strategis membuka kesempatan kerja bagi para pencari kerja dengan total 680 lowongan untuk 139 jenis jabatan. Kesempatan tersebut diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK hingga sarjana dari berbagai disiplin ilmu.
Kepala Disnakertrans Jawa Timur Sigit Priyanto mengatakan, kegiatan seperti ini menjadi instrumen penting untuk menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri.
Menurutnya, tren ketenagakerjaan di Jawa Timur saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan data Sakernas BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada 2025 berada di angka 3,88 persen atau turun 0,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
“Pada Februari 2026, TPT Jawa Timur kembali turun menjadi 3,55 persen dan tetap berada di bawah rata-rata nasional. Ini menunjukkan bahwa berbagai program penempatan tenaga kerja dan penguatan kompetensi mulai memberikan hasil yang nyata,” ujarnya.
Atas capaian tersebut, Jawa Timur baru saja meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Pengangguran dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri.
Tak hanya menyediakan peluang kerja reguler, Career Day 2026 juga mengedepankan prinsip inklusivitas. Sebanyak 190 lowongan kerja khusus bagi penyandang disabilitas disediakan oleh tiga perusahaan peserta, yakni PT Insera Sena, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE).

Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Pemprov Jawa Timur dalam mendorong kesempatan kerja yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Sementara itu, Kepala SMK Krian 1 Dhini Mekarsari menyampaikan bahwa kegiatan job fair merupakan agenda rutin sekolah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para lulusan.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan mencetak lulusan, tetapi juga memastikan mereka memperoleh akses informasi dan peluang kerja yang memadai setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin memastikan alumni memiliki jembatan menuju dunia kerja. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK Krian 1, tetapi juga terbuka bagi alumni sekolah lain dan masyarakat umum,” katanya.
Dhini menjelaskan, setiap tahun SMK Krian 1 meluluskan sekitar 900 siswa. Melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), sekolah terus melakukan pemantauan dan pendampingan karier alumni hingga beberapa tahun setelah lulus.
Selain rekrutmen langsung oleh perusahaan, peserta juga mendapatkan layanan bimbingan jabatan, konseling karier, hingga sesi talkshow yang menghadirkan praktisi industri, psikolog, dan lembaga terkait ketenagakerjaan.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pemaparan dari BP3MI Jawa Timur mengenai peluang kerja ke luar negeri yang aman dan prosedural. Sementara praktisi HRD dari dunia industri membagikan strategi menghadapi proses seleksi kerja yang semakin kompetitif.
Di akhir kegiatan, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jawa Timur Purwanti Utami menegaskan bahwa seluruh perusahaan peserta diwajibkan melaporkan hasil penempatan tenaga kerja maksimal satu bulan setelah pelaksanaan job fair.
Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi efektivitas kegiatan sekaligus dasar penyusunan program penempatan tenaga kerja yang lebih tepat sasaran pada masa mendatang. (why)

