Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLK Bojonegoro, Ristanto, bersama Kabid Penta Disnakertrasn Jatim, Purwanti Utami (kedua dari kiri).
Bojonegoro, Nusantaradigital.online — Sektor industri dan jasa selama ini masih menjadi pilihan utama karier di Bojonegoro. Namun, perkembangan teknologi kini membuka peluang baru melalui keterampilan digital yang kian relevan, terutama bagi generasi muda.
Transformasi ini dirasakan langsung oleh para peserta program TechPath—pelatihan kesiapan kerja di bidang digital marketing dan content creation yang diselenggarakan Yayasan Plan International Indonesia dengan dukungan ExxonMobil Cepu Limited.
Salah satu peserta, Cerli (28), mengaku mendapatkan peluang kerja baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Sebagai pekerja lepas, ia kini lebih memahami strategi pemasaran digital yang efektif.
“Saya jadi lebih paham cara bikin konten reels yang tidak cuma bagus secara visual, tapi juga punya alur cerita yang jelas. Dari sisi digital marketing, saya belajar membaca insight dan menyusun strategi agar konten lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Gita (21), seorang teman Tuli yang mengikuti pelatihan sambil berkuliah dan bekerja. Ia mengaku pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga kepercayaan diri.
“Setelah ikut TechPath, saya belajar membuat konten yang lebih kreatif, berani berbicara di depan umum, serta memahami pentingnya kesetaraan gender dan saling menghargai,” tuturnya.
Kisah-kisah ini mencerminkan kondisi ketenagakerjaan kaum muda di Bojonegoro. Data Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka di Bojonegoro mencapai 3,90 persen pada Agustus 2025, dengan mayoritas berasal dari usia produktif.
Menjawab tantangan tersebut, program TechPath: Bridging Youth to STEM Career dirancang untuk membekali kaum muda usia 18–29 tahun dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan, baik untuk menunjang pekerjaan, mengembangkan usaha, maupun membuka peluang kerja mandiri berbasis digital.

Peserta TechPath menguji coba pembuatan konten. Foto: Yayasan Plan International Indonesia
Sejak dilaksanakan pada 2025 hingga berakhir pada April 2026, program ini menarik 306 pendaftar, dengan 84 peserta terpilih mengikuti pelatihan intensif. Program ini juga mengedepankan inklusivitas, dengan partisipasi 60 perempuan (72 persen), 24 laki-laki (28 persen), serta enam penyandang disabilitas.
Dari total 56 peserta yang menuntaskan pelatihan, sebanyak 47 orang berhasil mendapatkan pekerjaan, magang, atau memulai usaha mandiri di sektor digital dan kreatif.
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLK Bojonegoro, Ristanto, menilai pendekatan program ini sejalan dengan karakter generasi muda di daerah tersebut.
“Pelatihan TechPath sangat sesuai untuk wilayah Bojonegoro dengan kultur kaum muda yang kreatif, suka berwirausaha, dan mandiri,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menambahkan bahwa TechPath tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan kerja secara menyeluruh.
“Program ini membangun kepercayaan diri, pemahaman kesetaraan gender, serta kemampuan kolaborasi. Kami berharap kaum muda memiliki lebih banyak pilihan untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja,” jelasnya saat penutupan program.
Sementara itu, Community Development Supervisor ExxonMobil Cepu Limited, Wahyu Sadewo, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas generasi muda sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang.
“Bojonegoro memiliki peran penting dalam struktur ekonomi nasional, khususnya sektor energi. Pengembangan keterampilan digital diharapkan dapat melengkapi ekosistem ketenagakerjaan dan mempersiapkan kaum muda menghadapi masa depan kerja,” ujarnya. (why)

