Efisiensi Anggaran Tak Hentikan Program Digital, Kominfo Jatim Tetap Gas Layanan Publik

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin. 

 

Surabaya, Lintas Nusantara – Ditengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur memastikan program prioritas transformasi digital tetap berjalan. Kepala Dinas Kominfo Jatim, melalui Sekretaris Kominfo Jatim, Suharlina Kusumawardani, menegaskan bahwa penyesuaian anggaran tidak menghambat layanan publik berbasis digital di Jawa Timur.

“Program prioritas kami tetap inline dengan program Gubernur. Kominfo masuk di empat program prioritas daerah. Fokusnya mendukung transformasi digital dan layanan publik,” ujar Suharlina.

Salah satu fokus utama Kominfo Jatim adalah program Jatim Infinity, yang menargetkan perluasan akses internet di wilayah blank spot, khususnya fasilitas layanan publik dan sektor pendidikan.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk penyediaan akses internet di SMA/SMK, serta perluasan titik konektivitas di Anjungan Cerdas milik pemerintah daerah dan wilayah terpencil.

“Wilayah blank spot kami petakan. Kalau sama sekali tidak ada provider, baru kami intervensi. Tapi kalau masih ada satu penyedia layanan, tidak kami kategorikan blank spot,” jelasnya.

Kominfo Jatim juga menggenjot program Jatim Cerdas Digital untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus menangkal konten negatif seperti judi online yang menyusup ke berbagai kanal.

Sepanjang tahun lalu, sosialisasi literasi digital melibatkan lebih dari 19 ribu peserta melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Disisi keamanan siber, Kominfo Jatim menyiagakan tim piket 24 jam untuk memantau dan merespons upaya peretasan terhadap website OPD, termasuk saat periode libur.

Kominfo Jatim mengembangkan portal layanan publik terpadu Majadigi yang mengintegrasikan layanan pemerintah dalam satu pintu.

Hingga kini, Majadigi telah mengintegrasikan 199 layanan, mencakup 51 perangkat daerah (164 layanan), 10 kabupaten/kota (26 layanan), serta layanan pusat.

“Tujuannya agar masyarakat cukup mengakses satu portal untuk berbagai layanan publik. Lebih praktis, cepat, dan transparan,” kata Suharlina.

Terkait efisiensi anggaran, Kominfo Jatim melakukan penajaman program agar lebih berdampak langsung pada percepatan transformasi digital.

“Prinsip kami bukan sekadar menjalankan program, tapi memastikan dampaknya terasa ke masyarakat,” pungkasnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights