
Ponorogo, Nusantaradigital.online- Rabu (17/1/2024) telah dilangsungkan giat Peresmian Hunian Sementara (Huntara) bagi Warga Terdampak Gerak Tanah di Kabupaten Ponorogo oleh Ibu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
Peresmian 56 unit Huntara ini juga dihadiri Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Forkopimda setempat, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, termasuk Kalaksa BPBD Jatim yang diwakili Kabid Kedaruratan dan Logistik, Satriyo Nurseno.

Hadir juga dalam acara ini, Kabid RR Edhy Sigit S, pejabat fungsional Penata PB Ahli Madya Sriyono, Kepala Desa Tumpuk Imam Sulardi, Kades Bengkiring Santoso, dan warga terdampak bencana tanah gerak penerima huntap.
56 unit huntara yang diresmikan Gubernur Khofifah hari ini, berlokasi di dua tempat dan keduanya diberi nama Kampung Indah Puncak (KIP), yakni, KIP Sidomulyo Lungur Mojo, Desa Tumpuk Kec. Sawoo yang terdiri dari 42 unit hunian dan, KIP Dusun Nguncup Desa Bengkiring Kec. Pulung yang terdiri atas 14 unit hunian.
Peresmian Huntara KIP di dua lokasi ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan penanaman pohon Kalpataru yang diinisiasi oleh IKA Unair.
Kabid KL BPBD Jatim Satriyo Nurseno, menyampaikan, pembangunan hunian relokasi sebanyak 56 unit ini dimulai pada Bulan November 2023 dengan dana BTT dari APBD Pemprov Jatim.
Selain unit hunian, pembangunan huntara juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana lain, seperti, WC/toilet komunal, pemadatan dan pembuatan akses jalan serta pembuatan tandon air.
Sementara, Gubernur Khofifah mengucapkan terimakasih atas kepada keterlibatan semua pihak dalam penyiapan hunian di Ponorogo. Termasuk Bupati Ponorogo, PT Perhutani, OPD di lingkungan Pemprov Jatim dan perangkat desa setempat.
Khofifah berharap, ada kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan penghuni huntara pasca peresmian ini, seperti, pengembangan Desa Tumpuk sebagai Desa wisata, karena pemandangan alamnya yang indah. (why)

