Khofifah Resmikan Empat Infrastruktur di Pacitan, Jalan Gerilya Jenderal Sudirman Diperbaiki

Pacitan, Nusantaradigital.online – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan empat infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026). Salah satunya perbaikan jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, yang kini lebih lebar dan nyaman dilalui warga.

Peresmian yang didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji tersebut mencakup perbaikan jalan gerilya Jenderal Sudirman, pelebaran ruas Arjosari–Purwantoro hingga perbatasan Jawa Tengah, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II, serta pembangunan talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang.

Keempat infrastruktur itu tersebar di Kecamatan Tegalombo, Nawangan, Sudimoro, dan Arjosari. Selain memperlancar mobilitas warga, penyelesaian proyek tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mendukung distribusi hasil pertanian serta kebutuhan pokok masyarakat.

“Jalan yang semakin baik pasti nantinya memudahkan mobilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi warga. Mudah-mudahan yang kita resmikan ada empat infrastruktur hari ini, semua manfaat barakah,” ujar Khofifah.

Ia berharap infrastruktur yang telah selesai dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar manfaatnya dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah perbaikan jalan gerilya Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. Jalan sepanjang 2,25 kilometer itu merupakan bagian dari jalur gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Penanganan jalan tersebut menelan anggaran kontrak Rp2,855 miliar. Sebelum diperbaiki, lebar jalan sekitar dua meter dengan kondisi berbatu dan sejumlah titik mengalami kerusakan. Setelah penanganan, lebar jalan menjadi sekitar 2,5 hingga 3 meter.

Perbaikan ini penting bagi warga setempat karena jalan tersebut menjadi akses untuk berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk menuju pasar dan sekolah. Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak menyulitkan perjalanan, terutama ketika hujan.

Warga Desa Kasihan, Nurani, menyampaikan terima kasih atas perbaikan jalan tersebut. Ia mengatakan, kondisi jalan yang lebih baik memudahkan warga menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Terima kasih sudah membangun jalan ini sebagus mungkin. Dulu kalau hujan ndak bisa lewat, kondisinya rusak parah dan sekarang jalannya mulus. Alhamdulillah warga sekarang bisa dengan mudah pergi ke pasar, ke sekolah lancar dan aman,” kata Nurani.

Selain jalan di Tegalombo, Pemprov Jatim juga meresmikan pelebaran ruas Arjosari–Purwantoro hingga batas Provinsi Jawa Tengah di Kecamatan Nawangan. Proyek senilai Rp13 miliar tersebut dikerjakan mulai 25 Maret hingga 2 Oktober 2026.

Pelebaran jalan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ruas dan memperlancar pergerakan masyarakat serta distribusi barang antardaerah. Konektivitas yang lebih baik juga diharapkan membuka peluang aktivitas ekonomi di wilayah yang terhubung dengan jalur tersebut.

Sementara itu, dua infrastruktur lainnya merupakan penanganan darurat akibat bencana alam. Keduanya adalah Jembatan Kaligoro II di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, dan talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari.

Kedua pekerjaan tersebut didanai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 untuk memulihkan fungsi infrastruktur sekaligus mendukung keselamatan masyarakat.

Jembatan Kaligoro II sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir. Untuk memulihkan akses warga, jembatan tersebut dibangun kembali menggunakan konstruksi Bailey dengan panjang 30 meter dan lebar 3,1 meter. Pembangunan ini menelan anggaran Rp4,47 miliar.

Adapun talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang dibangun menggunakan konstruksi bronjong untuk menangani kerusakan lereng akibat longsor. Pekerjaan senilai Rp1,51 miliar tersebut diharapkan menjaga kestabilan lereng dan melindungi badan jalan dari risiko kerusakan lebih lanjut.

Khofifah mengatakan, pemulihan infrastruktur pascabencana menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Jalan dan jembatan yang kembali berfungsi diharapkan memudahkan warga mengakses fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta menjalankan kegiatan ekonomi.

“Ada juga penyelesaian penanganan darurat akibat bencana alam yang ditangani menggunakan anggaran BTT tahun 2026. Karena akses ini cukup vital bagi warga setempat, maka kami upayakan secepatnya untuk dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun dan tetap waspada terhadap potensi bencana alam.

“Alhamdulillah, dengan selesainya jembatan Bailey dan dinding penahan jalan ini, masyarakat kini bisa kembali beraktivitas dengan aman dan tenang. Saya berpesan agar infrastruktur ini dirawat bersama dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana alam,” kata Khofifah.

Seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui program Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Tahun Anggaran 2026. Khusus penanganan darurat Jembatan Kaligoro II dan talud Karanggede–Jatimalang, pendanaannya bersumber dari BTT Provinsi Jawa Timur.

Pemprov Jatim berharap peningkatan kualitas jalan dan jembatan di Pacitan dapat memperkuat konektivitas antardesa dan antarwilayah, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.(why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights