Khofifah Serahkan Penghargaan Lomba Santripreneur OPOP Jatim, Pesantren Malang Raih Juara Pertama

Pacitan, Nusantaradigital.online – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan kepada tiga pesantren pemenang Lomba Santripreneur dalam rangkaian Jambore One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Penyerahan penghargaan berlangsung saat Upacara Apel Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Tremas, Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026).

Pondok Pesantren Asyadzili 1 Kota Malang meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Pondok Pesantren Alif Lam Mim Surabaya, sedangkan juara ketiga diraih Pondok Pesantren Al-Hatul Islamiyah.

Ketiga pesantren tersebut menerima piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Khofifah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat kewirausahaan santri dalam mengembangkan usaha berbasis potensi pesantren.

Lomba Santripreneur menjadi salah satu upaya mendorong santri agar tidak hanya memiliki kompetensi di bidang keagamaan, tetapi juga keterampilan berwirausaha. Melalui ajang ini, santri mendapat ruang untuk menunjukkan inovasi, mengembangkan gagasan bisnis, serta membangun kemandirian ekonomi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Jambore OPOP Jawa Timur yang bertujuan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Program OPOP Jatim dikembangkan melalui tiga pilar utama, yakni Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur. Ketiganya diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesantren, mendorong lahirnya wirausahawan muda dari kalangan santri, serta memperluas kontribusi pesantren terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pesantrenpreneur berfokus pada pengembangan usaha di lingkungan pesantren, Santripreneur mendorong santri menjadi pelaku usaha, sedangkan Sosiopreneur mengembangkan kewirausahaan yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi pengingat bahwa santri memiliki peluang untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi dan kewirausahaan. Prestasi para pemenang diharapkan dapat memotivasi pesantren lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk unggulan.

Melalui Jambore OPOP Jatim, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong penguatan kemandirian ekonomi pesantren agar mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan kapasitas santri, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.(why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights