Gaji Hingga Rp35 Juta, BP3MI Jatim Perluas Peluang Kerja Luar Negeri bagi Lulusan SMK

Kadir, Kepala BP3MI Jatim

Surabaya, Nusantaradigital.online– Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur terus memperluas peluang kerja ke luar negeri, khususnya bagi lulusan SMK. Bahkan, peluang kerja tersebut menawarkan gaji yang cukup tinggi, mencapai Rp15 juta hingga Rp35 juta per bulan, tergantung negara tujuan dan sektor pekerjaan.

Kepala BP3MI Jawa Timur yang baru, Kadir, menyampaikan bahwa secara umum kinerja penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur menunjukkan tren positif. Negara tujuan seperti Hong Kong dan Jepang masih menjadi favorit, dengan permintaan tenaga kerja yang terus meningkat.“Data menunjukkan Jawa Timur menjadi salah satu penyumbang terbesar PMI secara nasional. Remitansi yang dihasilkan juga sangat besar dan berkontribusi terhadap perekonomian,” ujarnya.Ia menambahkan, capaian tersebut turut didukung dengan predikat zona integritas bebas korupsi yang diraih BP3MI Jatim.

Meski demikian, pihaknya tidak ingin berpuas diri dan tetap fokus melakukan pembenahan, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan dan pelindungan PMI.“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki sistem yang ada. Saya juga masih mempelajari apa saja yang perlu ditingkatkan ke depan,” katanya.Dalam tata kelola PMI, BP3MI Jatim mengedepankan tiga aspek utama, yakni penempatan, pelindungan, dan pelayanan.

Seluruh proses kini telah berbasis digital melalui sistem informasi, sehingga lebih transparan dan memudahkan masyarakat.“Sekarang semua sudah berbasis sistem, tidak lagi manual. Mulai dari pendaftaran hingga penempatan bisa dipantau secara digital,” jelasnya.Salah satu strategi yang tengah dikembangkan adalah program “SMK Global”, yang menyiapkan lulusan SMK agar siap bekerja di luar negeri melalui pelatihan berbasis kompetensi. Program ini disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional, seperti sektor perhotelan di Taiwan.“Kita latih dulu kompetensinya, baru diberangkatkan.

Jadi mereka benar-benar siap dan sesuai kebutuhan pasar,” ungkap Kadir.Selain itu, BP3MI Jatim juga terus memperluas akses lowongan kerja luar negeri melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan negara tujuan dan dunia industri. Lowongan yang dibuka telah melalui proses verifikasi sehingga aman dan legal bagi calon PMI.Dalam aspek pelindungan, BP3MI memastikan setiap PMI yang berangkat telah melalui tahapan ketat, mulai dari seleksi, pelatihan, hingga orientasi akhir. PMI juga dilengkapi jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan serta didorong mendapatkan asuransi tambahan dari pemberi kerja di luar negeri.“Kita berikan perlindungan berlapis atau double protection, sehingga mereka lebih aman selama bekerja di luar negeri,” tegasnya.

Kadir juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, sekolah, hingga pesantren, untuk memperluas sosialisasi dan menjangkau lebih banyak calon pekerja migran.“Tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar penempatan semakin berkualitas dan pelindungan semakin kuat,” pungkasnya.(why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights