Surabaya, Nusantaradigital.online — Di balik pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,33 persen pada 2025, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim menyoroti masih adanya ketimpangan yang cukup serius.
Ketua Pansus, Adam Rusydi, menyebut secara makro kondisi ekonomi memang stabil dengan inflasi 2,85 persen. Namun, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dinilai belum merata.
Penurunan kemiskinan belum signifikan. Bahkan, banyak masyarakat bekerja tetapi tetap miskin,” ujarnya.Ia mengungkapkan, angka kemiskinan Jatim masih bertahan di 9,57 persen dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, empat daerah masih berada dalam kategori kemiskinan tertinggi, yakni Kabupaten Probolinggo, Bangkalan, Sampang, dan Sumenep.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi saat ini masih terpusat di kawasan industri dan perkotaan, sehingga belum menyentuh wilayah rawan miskin seperti Madura dan Tapal Kuda.“Artinya, pertumbuhan ekonomi Jatim belum inklusif,” tegasnya.Pansus pun mendorong adanya kebijakan afirmatif agar pemerataan kesejahteraan bisa tercapai. (why)

